Laporkan Masalah

Analisis Teknis dan Usaha Budidaya Cacing Sutra (Tubifex sp.) di Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo

ADITYA AGUNG W, Ir. Sukardi, M.P.

2023 | Skripsi | S1 AKUAKULTUR

Penelitian ini dilakukan untuk melakukan analisis teknis dan usaha budidaya cacing sutra di Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang mendeskripsikan suatu gejala atau fenomena yang terjadi saat budidaya cacing sutra. Pemilihan dan penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan secara sengaja karena lokasi tersebut merupakan tempat sentra budidaya cacing sutra yang ada di Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta. Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu teknik observasi dan wawancara. Data diperoleh dari sepuluh responden dengan metode wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek dalam budidaya cacing sutra meliputi persiapan lahan budidaya, pemeliharaan, dan panen. Kegiatan budidaya cacing sutra yang dilakukan di Kalurahan Banjarharjo mengunakan lahan dengan rerata luas 375 m2 menghasilkan rerata produksi sebanyak 65,2 L cacing sutra dalam satu bulan produksi. Aspek finansial dalam budidaya cacing sutra meliputi rerata biaya total sebesar Rp643.333, dengan rincian rerata biaya tetap sebesar Rp116.000 dan biaya variabel sebesar Rp527.333. Rerata penerimaan yang didapatkan dalam satu bulan budidaya yaitu sebesar Rp1.956.000. Rerata pendapatan yang diperoleh dalam satu bulan budidaya yaitu sebesar Rp1.312.667. Nilai rerata R/C ratio yang didapatkan oleh pembudidaya cacing sutra di Kalurahan Banjarharjo yaitu sebesar 3,0 yang berarti usaha tersebut layak dilakukan.

This research was conducted to carry out technical and business analysis of silkworm cultivation in Banjarharjo Village, Kalibawang District, Kulon Progo Regency. This study uses a descriptive method that describes a symptom or phenomenon that occurs when cultivating silk worms. The selection and purchase of the research location was done deliberately because the location is a silk worm cultivation center in Kalibawang District, Kulon Progo Regency, D.I. Yogyakarta. Data collection methods used are observation and interview techniques. Data were obtained from ten respondents by interview method. The results showed that aspects of silkworm cultivation include land preparation, maintenance, and harvesting. Worm silk cultivation activities carried out in the Banjarharjo Village use land with an average area of 375 m2 resulting in an average production of 65.2 L of silk worms in one month of production. The financial aspects of silkworm cultivation include an average total cost of IDR 643,333, with details of a fixed average cost of IDR 116,000 and a variable cost of IDR 527,333. The average income earned in one month of monasteries is IDR 1,956,000. The average income earned in one month of cultivation is IDR 1,312,667. The average value of the R/C ratio obtained by silkworm cultivators in Banjarharjo Village is 3.0, which means that the business is feasible.

Kata Kunci : analisis teknis, analisis usaha, budidaya cacing sutra