Erosi dan Alternatif Pengendaliannya di Zona Penyangga Taman Hutan Raya Murhum Sulawesi Tenggara
Rustam BR, Prof.Dr. H. Achmad Sulthoni, M.Sc
2000 | Tesis | S2 Ilmu KehutananTaman Hutan Raya Murhum Sulawesi T enggara merupakan salah satu kawasan pelestarian alam di Indonesia yang kondisi fisik dan biotiknya saat ini terancam kerusakan, akibat tekanan masyarakat sekitar kawasan. Kerusakan fisik yang sangat mengkhawatirkan adalah bahaya erosi baik pada kawasan itu sendiri maupun daerah di bawahnya khususnya teluk Kendari. F.rosi pada tingkat berbahaya berpotensi terjadi karena kondisi fisik kawasan tE:rutama kondisi topografi yang didominasi oleh kelerengan sangat curam (>40%) sekitar 50,36%, jenis tanah (podsolik merah kuning) yang cukup peka erosi dan maraknya perladangan pada kawasan. Penelitian ini ditujukan Lmtuk mengetahui ( 1) rata-rata erosi per tahun, (2) tingkat bahaya erosi dan (3) usaha ko11servasi tanah dan rehabilitasi lahan di zona penyangga 1 aman Hutan Raya Murhum Sulawesi T enggara. Penelitian ini menggunakan mode: prediksi erosi Universal Soil Loss Equation (USLE) yang dibuat oleh Wischmei2r dan Smith ( 1978). Persamaan USLE ini meng9unakan parameter (1) erosivitas hujan (R), (2) erodibilitas tc1nah (K), (3) faktor kelerengan yaitu panjang lereng (L) dan kemiringan lereng (S), (4) faktor peranan tanaman atau pengelolaan tanaman (C), dan (5) faktor peranan pengelolaan tanah atau usaha konservasi tanah. Hasil penelitian menunjukkan: (a) rata-rata erosi tahunan di zona penyangga yaitu Mandonga 717,91 ton/ha/tahun atau 63,69 mm/tahun, Kemaraya 572,57 ton/ ha/tahun atau 49,27 mm/tahun, Benu-benua 507,33 ton/ha/tahun atau 43,88 mm/tahun, Toronipa 364,02 ton/ha/tahun alau 32, 14 mm/tahun, Mangga Dua 323,52 ton/ha/tahun atau 27,76 mm/tahun, dan Toli-toli 455 ton/ha/tahun atau 38,94 mm/tahun. (b) rata-rata erosi tahunan (A) lebih besar daripada erosi terbolehkan (T = 2 mm/tahun), dan tingkat bahaya ero!;i untuk Mandonga, Kernaraya, dan Benu-benua sanrat berat, sedangkan l\'iangga Dua, T oli-toli, dan Toronipa taraf berat, (c) Usaha konservasi tanah berpedoman pada indeks CP tiap blok yaitu Mandonga CP s 0,570, Ktmaraya CP s 0,558, Benu-benua CP s 0,668, Mangga Dua CP s0,470, Toronipa Cr s 0,470, dan Toli-toli CP s 0,627, dengan pertimbangan kedalaman tan ah, topograpi, sifat fisik tanah da11 tujuan pengelolaan Tahuran.
T aman Hutan Raya Murhum in South East Sulawesi is one of the nature conservation areas of Indonesia with it???? physical and biotic condition threatened by human pressure living in its surrounding. The major p1ysical damage observed in the areas is the erosion in the buffer zone as well as in the catchm0nt areas, especially the Kendari inlet. Potential erosion level could happened due to its phy:-,ical condition i.e. its topographical feature dominated by steep elevatiJn with more than 40% (about 50,36% of the tota! areas), yellow-red podsolic soil of highly su,:ceptible, and lot of shifting cultivation observed in the areas. The objectives of the stua???? were to assess (1 )the average annual erosion, (2) the level of erosion danger, and (3) the effort tu conserve and to rehabilitate the buffer zone of the T ama;1 HJtan Raya Murhum in South East Sulawesi. In the study a model of USLE (Uinversal Soil Loss Equation) of Wischmeier a11d Smith (1978) was used to measure parameters of (1) rain erosivity (R), (2) soil erodibility (K), (3) percentage of slope (S) and length of slope {L), (4) factor of vegetation cover or the vegetation management (C) and (:) contribution of soil management factor or the ????ffo1t of soil conservation. The results showed the following (a) the average annual erosion in each block of the buffer zone in Mandonga 717,91 ton/ha or 63,69 mm per year, Ke:maraya 572,57 ton/ha or 49,27 mm per year, Benu-benuc:.. ::i07,33 ton/ha or 43,88 mm pu year, Toronipa 364,02 ton,'ha or 32,14 mrr, per year, Manqga Dua 323,52 ton/ha or 27,76 mm per year, and Tolitoli 455 ton/ha or 38,94 mm rer year (b) the average annual erosion (A) was bigger than the allowable erosi0n T= 2 mm per yea .. and considered very high erosion rate and (c) the effort of soil conservation using CP ir,dex was as followed : Mandonga ???? 0,570, Kemaraya ???? 0,558, Benu-benua ???? 0,668, Mangga Dua ???? 0,470, and Toli-toli ???? 0,627 respectively by considering the solum depth, topography, properties of soil physics and its management of the Taman Hutan Raya.
Kata Kunci : Hutan,Perlindungan