ANALISIS PEMBIAYAAN IJARAH MUNTAHIYA BI TAMLIK (IMBT) UNTUK PEMBELIAN ASET TETAP BARU DALAM RENCANA JANGKA PANJANG PT WIJAYA KARYA BETON TBK TAHUN 2023-2027
ROHANDI, Leo Indra Wardhana, S.E., M.Si., Ph.D.
2022 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)PT Wijaya Karya Beton Tbk (Wika Beton) memiliki visi "Menjadi Perusahaan Terkemuka Dalam Bidang Engineering, Production, Installation (EPI) Industri Beton di Asia Tenggara". Untuk mendukung visi tersebut, Wika Beton menyusun Rencana Jangka Panjang (RJP) Perusahaan tahun 2023-2027. Di dalam RJP terdapat program investasi dan rencana belanja modal perusahaan yang bertujuan untuk mendukung pengembangan usaha dan pertumbuhan laba perusahaan. Wika Beton memiliki 3 (tiga) alternatif pembiayaan berbasis utang yang bisa digunakan untuk membiayai rencana belanja modal yaitu kredit investasi, obligasi dan ijarah muntahiya bi tamlik (IMBT). Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dikombinasikan dengan metode kuantitatif berupa analisis skenario dengan membandingkan dampak beberapa alternatif pembiayaan (kredit investasi, obligasi dan IMBT) terhadap proyeksi keuangan perusahaan tahun 2023-2027. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi berbagai alternatif pembiayaan berbasis utang yang bisa disarankan kepada perusahaan untuk mendanai pembelian aset tetap baru perusahaan dalam rencana jangka panjang 2023-2027. Hasil dari penelitian ini, IMBT merupakan pembiayaan yang paling efisien dan paling memberikan dampak positif terhadap current ratio dan debt to equity ratio perusahaan.
PT Wijaya Karya Beton Tbk (Wika Beton) has a vision of "Becoming a Leading Company in the field of Engineering, Production, Installation (EPI) of the Concrete Industry in Southeast Asia". To support this vision, Wika Beton prepared the Company's Long-Term Plan (RJP) for 2023-2027. In the RJP, there are investment programs and company capital expenditure plans that aim to support business development and company profit growth. Wika Beton has 3 (three) debt-based financing alternatives that can be used to finance capital expenditure plans, namely investment loans, bonds and ijarah muntahiya bi tamlik (IMBT). This research uses a case study method combined with a quantitative method in the form of a scenario analysis by comparing the impact of several financing alternatives (investment loans, bonds and IMBT) on the company's financial projections for 2023-2027. The purpose of this study is to evaluate various debt-based financing alternatives that can be suggested to companies to fund the purchase of the company's new fixed assets in the long-term plan 2023-2027. As a result of this study, IMBT is the most efficient financing and the most positive impact on the company's current ratio and debt to equity ratio.
Kata Kunci : Wika Beton, rencana jangka panjang, belanja modal, kredit investasi, obligasi, ijarah muntahiya bi tamlik (IMBT)