Laporkan Masalah

Analisis Permintaan Kayu Bulat Pinus di Perum Perhutani Unit II Jawa Timur

Yahya Amin, Prof.Dr.Ir. H.Achmad Soemitro

2001 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Luas kelas perusahaan pinus di Perum Perhutani Unit II Jawa Timur adalah sebesar 353.895,6 Ha atau 26,0% dari 1.361.447,9 Ha luas areal hutan Perum Perhutani Unit II Jawa Timur, tetapi kontribusi penghasilannya rata-rata hanya sebesar 16,25%. Untuk itu diperlukan serangkaian penelitian diantaranya mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan kayu bulat pinus dan elastisitasnya sebagai acuan dan pertimbangan guna meningkatkan kontribusi tersebut. Faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap permintaan kayu bulat pinus di Perum Perhutani Unit II Jawa Timur adalah pendapatan domestik regional bruto per kapita propinsi Jawa Timur (PDRB), harga kayu bulat pinus (HP), harga kayu gergajian pinus (HKG), harga ekspor finger joint laminating board (HFJLB), harga kayu bulat sengon (HS), jumlah industri pengolahan kayu bulat pinus (3I), suku bunga (I), dan exchange rate (ER). Model yang dipilih adalah regresi linier berganda dengan metode pemilihan variabel backward elimination. Untuk menguji kehandalan model, dilakukan uji statistik (t, F, dan R2), uji asumsi kiasik (multikolinearitas, otokorelasi, dan heteroskedastisitas), dan uji elastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan, harga kayu pinus, harga kayu sengon, jumlah industri dan exchange rate berpengaruh nyata terhadap permintaan kayu bulat pinus di Perum Perhutani Unit II Jawa Timur, dengan model persamaan Y = -93,850,5 + 100,222 PDRB — 2,273 HP + 5,498 HS + 4770,307 31 — 9,245 ER, serta nilai r 0,972, R2 0,946 dan nilai Durbin-Watson 1,964. Dan sisi elastisitas diperoleh nilai elastisitas pendapatan dari permintaan kayu bulat pinus (El) sebesar 0,60; elastisitas harga (Eh) 0,51 dan elastisitas silang (Es) 0,73. Beberapa upaya yang perlu dilakukan Perum Perhutani untuk meningkatkan kontribusi penghasilan kayu pinus adalah mendorong pertumbuhan industri finger joint laminating board pinus dengan memberikan jaminan kontinuitas pasokan bahan baku dan menaikkan harga jual kayu bulat pinus.

The area of Pine forest plantation in Perum Perhutani Unit II East Java is 453,895.6 hectares or 26.0% of the total 1,361,447.9 hectares forest plantation, however, the average contribution of this commodity to the total revenue is only 16.25%. Some researches to understand the factors influencing Pine log demand and its elasticity are needed as references to increase the contribution of Pine forest plantation to the total business revenue. This research shows that revenue (PDRB), Pine log price (HP), Sengon log price (HS), the number of Pine log processing industry (X), and exchange rate (ER), have significantly influenced Pine log demand in Perum Perhutani Unit II East Java, with the equation model Y = -93,850.5 + 100.222 PDRB — 2.273 HP + 5.498 HS + 4,770.307 31 — 9.245 ER; whereas Pine sawn timber price (HKG), Pine FJLB export price (HFJLB) and interest rate (IR) have not significantly influenced. The elasticity value of Pine log demand (Eh) is 0.51, the revenue elasticity (Ei) is 0.60, and the cross elasticity (Es) is 0.73. Several efforts should be carried out by Perum Perhutani in order to increase the contribution of Pine log commodity to the total business revenue, by accelerating the growth of Pine FJLB industry and increasing Pine log price.

Kata Kunci : Kayu Pinus,Permintaan Kayu Bulat, Demand, Pine log, East Java

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliohgraphy.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf