Evaluasi Penerimaan dan Penggunaan Data Pemicu Sebagai Produk Data Analytics di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur I
IWAN RAMDHANNY, Eko Suwardi, M.Sc., Ph.D.
2023 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSITransformasi digital telah menyebabkan organisasi membutuhkan data analytics dalam mengubah dan mengatur sumber daya data untuk menemukan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan. Adopsi itu misalnya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP), instansi yang sangat mengandalkan data dalam melakukan uji kepatuhan dan menggali potensi pajak. Akan tetapi, peningkatan database besar yang dikelola melalui kegiatan data analytics seperti data pemicu, dalam pelaksanaannya belum dimanfaatkan secara optimal. Belum optimalnya penggunaan data pemicu pada tahun 2021 disebabkan oleh tidak tercapainya capaian kinerja penggunaan data pemicu di Kanwil DJP Jawa Timur 1. Penelitian ini menggunakan model UTAUT yang diekstensi dengan kualitas informasi untuk menyelidiki faktor-faktor penentu minat penggunaan dan perilaku menggunakan data pemicu serta efek moderasi dari jenis kelamin, usia, dan pengalaman. Data dikumpulkan dari 236 pegawai account representative di 13 unit KPP di lingkungan Kanwil DJP Jawa Timur 1. Penelitian ini menemukan bahwa ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, dan kualitas informasi adalah penentu yang signifikan dari minat penggunaan data pemicu. Pengaruh yang signifikan juga ditemukan pada hubungan antara kondisi pemfasilitasi dan minat penggunaan terhadap perilaku menggunakan data pemicu. Untuk efek moderasi, hanya jenis kelamin yang memoderasi pengaruh ekspektasi usaha terhadap minat penggunaan data pemicu.
Digital transformation has caused organisations that require data analytics to change and manage data resources in order to find helpful information in decision-making. One of the examples is what has been adopted by the Directorate General of Taxes (DGT) which is an agency that heavily relies on data when conducting compliance testing and exploring tax potential. However, the increase in massive databases managed by data analytics activities such as data triggers has not been ultilized optimally. Due to the non-achieved performance of trigger data at the Regional Office of DGT East Java 1, trigger data usage has not been optimal in 2021. This research employed the UTAUT model, enhanced with information quality, to investigate the determinants of behaviour intention and usage behaviour of use trigger data and the moderation effects of gender, age, and experience. Data were gathered from 236 account representative employees in 13 Tax office units in the Regional Office of DGT East Java 1. This study indicated that performance expectancy, effort expectancy, social influence, and information quality are all significant determinants of behaviour intention in using trigger data. A significant effect was also discovered on the correlation between facilitating conditions and behaviour intention to usage behaviour. Only gender moderates the effect of effort expectancy on behaviour intention in using trigger data.
Kata Kunci : Data analytics, data pemicu, UTAUT, kualitas informasi, DJP