Studi Jenis dan Analisis Proksimat Pakan Kijang (Muntiacus muntjac Zimmerman) di Taman Nasional Baluran Jawa Timur
RB. Ach. Murtada, Dr.Ir. Djuwantoko, MSc
2001 | Tesis | S2 Ilmu KehutananPenelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui jenis pakan dan komponen-komponen analisis proksimat pakan kijang (Muntiacus muntjac Zimmermann) di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur. Penelitian dilapangan dilaksanakan di kawasan savana Bekol seluas 4 ha (hin 25, hm 26, hm 27) arah Bekol - Barna. Metode yang digunakan untuk pengenalan jenis pakan adalah metode observasi/pengamatan secara langsung jenis-jenis yang dimakan kijang di lapangan. Analisis proksimat jenis pakan di lakukan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada. Metode analisis proksimat dilakukan untuk mengetahui persentase kadar air, kadar abu, serat kasar, protein kasar, lemak kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pakan kijang yang teramati selama penelitian meliputi: widuri (Calotrophis gigantea (Wilt.) Dryand. Ex Ait. f), kemangen (Ocimum sanctum L.J, wedelia (Wedelia biflora D.CJ, kapasan (Thespesia lampas (Cav.) Daiz. & GibsJ, orok-orok (C/otalaria mysorensis Roth.), bobowan (Gynandropsis gynandra Briq.), benta (Leersia hexandra Swartz), rayapan (Oplismenus burmanni P.B.), mimbo (Azadirachta indica Juss), katelan (Dactyloctenium aegyptium (L.) Richt. ), suwengan (Phillanthus virgatus Forst. F.). Hasil analisis proksimat yang dilakukan terhadap 11 jenis pakan kijang yang teramati selama penelitian adalah sebagai berikut: kadar air tertinggi terdapat pada jenis widuri sebesar 89.9416%, kadar abu tertinggi persentasenya terdapat pada jenis suwengan dan rayapan sebesar 7.0995%, kadar serat kasar persentase tertinggi pada jenis suwengan 14.9782%, kadar protein kasar persentase tertinggi pada jenis mimbo sebesar 4.0664%, kadar lemak kasar jenis pakan tertinggi adalah mimbo sebesar 0.0094%, dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) kadar persentase tertinggi terdapat padajenis mimbo sebesar 19.8342%.
A study was done to determine type and proximate components of food of barking deer (Muntiacus muntjac Zi:nmennann) at Baluran National P???? East Java. Field research was conduct???? in savana area of Bekol with the acreage of 4 hectares (hm 25. hm 26, hm 21) in the direction to Barna from Bekol. The method employed to study food types was direct observation on types of plants on which barking deer food in field. Proximate analysis were done at laboratory of Agricultural Product Processing Technology of Faculty of Agricultural Technology. Proximate analysis were done to determine moisture. ash. crude fiber. crude protein, extract ether and nitrogen-free extract (NFE). The study revealed that the types of plants consumed by barking deer were: widuri (Calotrophis gigantea (Will.) Dryand. Ex Ait. f), kemangen (Ocimum sanctum L.J, wedelia (Wedelia biflora D.CJ. kapasan (Thespesia lampas (Cav.) Daiz. & GibsJ. orok-orok (Clotalaria mysorensis Roth.), bobowan (Gynandropsis gynandra BriqJ. benta (Leersia hexandra Swartz), rayapan (Oplismenus burmanni P .BJ, mimbo (Azadirachta indica Juss). katelan (Dactyloctenium aegyptium (L.) Richt.). suwengan (Phillanthus virgatus Forst. F.). The proximate analysis done to 11 different barking deer's feeds observed during the study showed that the highest moisture was found in widuri (Calotrophis gigantea (W"tll.) Dryand. Ex Ai!. f). sebesar 89.9416%; the highest ash wa,;; found in suwengan (Phillanthus virgatus Forst. F.) and rayapan (Oplismenus burmanni P.BJ sebesar 7.0995%; the highest crude fiber was found in suwengan 14.9782%; the highest crude protein was found in mimbo (Azadirachta indica Juss) sebesar 4.0664%; the highest extract ether was found in mimbo, 0.0094%; and nitrogen-free extract (NFE) was found in mimbo, 19.8342%.
Kata Kunci : Hutan,Proksima Pakan Kijang,Taman Nasional Baluran,Kijang