ANALISIS FAKTOR PRODUKSI PADA PABRIK GONDORUKEM DAN TERPENTIN DI PT PERHUTANI UNIT I JAWA TENGAH
Gunawan Catur HR, Prof.Dr.Ir. Achmad Sumitro
2001 | Tesis | S2 Ilmu KehutananPenurunan tegakan jati di kawasan hutan di Pulau Jawa mengakibatkan penurunun pendapatan PT Perhutani akibat berkurangnya produk kayu jati yang dapat dihasilkan. Altematif lain untuk meningkatkan pendapatan perusahaan adalah dengan meningkatkan sumber pendapatan lain yang berupa peningkatan produksi dan penjualan produk non kayu. Produk non kayu yang dapat diandalkan adalah produk · gondorukem yang merupakan basil pengolahan getah pinus. Hasil sampingan dari produksi gondorukem adalah terpentin yang juga dapat dijadikan andalan kedua. Tulisan ini menganalisis tentang faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi gondorukem di PT Perhutani Unit I Jawa Tengah. Analisis dilakukan pada fungsi produksi Cobb-Douglas dengan faktor produksi bahan baku getah pinus, tenaga kerja dan modal. Data yang digunakan adalah pemakaian faktor produksi getah pinus, tenaga kerja dan modal. pada pabrik: gondorukem dan terpentin di PT Perhutani Unit I Jawa Tengal1 tahun 1996 - 2000. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada Pabrik: Gondorukem dan Terpentin di PT Perhutani Unit I yang terdiri dari PGT Paninggaran, Sapuran, Winduaji dan Cimanggu, faktor produksi bahan balru, tenaga kerja dan modal secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produksi gondorukem, namun secara sendiri-sendiri hanya faktor produksi bahan balru yang berpengaruh nyata terhadap produksi gondorukem. Tingkat efisiensi produksi dari masing-masing pabrik gondorukem dan terpentin relatif tidak ada perbedaan. Disamping itu kondisi skala basil berada pada kondisi skala basil yang tet:ap.
The declining of teak forest in java island's forest caused the decreasing ,of PT Perhutani's income. It can be happened because teak timber production was decreased. The other alternative ways to raise the income are finding other income sources like production raising and non timber product selling. The reliable non timber product is rosin as the return of pine resin production. The second return from pine resin production is turpentine. This writing analized about production factors that have influenced to rosin production in PT Perhutani Unit I of Central Java. The analysis used CobbDouglas production function with production factors like the row material of pine resin, labor and capital. The data is got from pine resin, labor and capital production factors at rosin and turpentine factory in PT Perhutani Unit I of Central Java from 1996 to 2000. The result of this analysis has shown that Rosin and Turpentine Factory in PT Perhutani Unit I, production factors like row material, labor and capital had influenced rosin production. But in separately only row material production factor that had influenced rosin production. The production efficiencies Rosin and Turpentine Factory in Paninggaran, Sapuran, Winduaji and Cimanggu were same. The production functions have exhibited constan return to scale.
Kata Kunci : Manajemen Hutan,Produksi Gondorukem dan Terpentin