Laporkan Masalah

PERANAN PEREMPUAN DESA HUTAN DALAM PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN JATI Studi Kasus Pada Pilot Proyek Pengelolaan Hutan Jati Optimal KPH Madiun Perum Perhutani Unit II Jawa Timur

Wahyu Tri Widayanti, Prof.Dr.Ir. H. Hasanu Simon

2001 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) proses transfer pengetahuan dan pengalaman tentang pembangunan hutan tanaman jati sampai pada pesanggem perempuan, 2) keterlibatan pesanggem perempuan dan curahan tenaga kerjanya pada kegiatan pembangunan hutan tanaman jati, 3) kontribusi pendapatan pesanggem dari lahan andil pola MR terhadap pendapatan total pesanggem, dan 4) harapan pesanggem perempuan dengan keterlibatannya pada kegiatan pembangunan hutan tanaman jati. Penelitian ini dilaksanakan di desa Randualas dan desa Kresek Kabupaten Madiun pada bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2000. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode survei. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara memilih secara sengaja terhadap responden yang dijumpai di lapangan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder, yang kemudian dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa transfer pengetahuan dan pengalaman tentang program PHJO diterima oleh pesanggem perempuan secara formal dan informal, yaitu melalui suami (Randualas 68,97%, Kresek 72,73%), Perhutani (Randualas 17,24%, Kresek 22,73%), Fakultas Kehutanan UGM (Randualas 10,35%, Kresek 4,44%) dan anak 3,45% di Randualas. Peran perempuan dalam pembuatan tanaman hutan jati dapat dilihat pada persipan lahan atau gebrus, pasang acir, penanaman, penyulaman, pemangkasan tanaman sela, babat tumbuhan bawah, dan dangir tanaman pokok. Curahan tenaga kerj a perempuan dalam kegiatan pembangunan hutan sebesar 47,68% (64,71 HOK/tahun) di desa Randualas dan 45,88% (31,39 HOK/tahun) di desa Kresek. Kontribusi pendapatan pesanggem dari program PHJO terhadap pendapatan total keluarga sebesar 23,5% (Rp.757.129,­/KK/tahun) di desa Randualas dan 11,0% (Rp.467.237,-/KK/tahun) di desa Kresek. Harapan perempuan terhadap program PHJO adalah: 1) program ini terns berlanjut, karena kontribusi pendapatan dari program ini cukup berarti bagi keluarganya, 2) dapat berperan aktif dalam pembangunan hutan, sehingga suami bisa bekerja di luar sektor pertanian dan kehutanan, dan 3) memperoleh tambahan pengetahuan dan pengalaman dalam hal budidaya tanaman pertanian dan kehutanan.

The objective of this research was to study the role of forest village women I) the process of knowledge and experience transfer on the development of teak forest to female workers (pesanggem); 2) the involvement of female workers and their contribution to development activities in teak forest; 3) the contribution of their income from their shared land using MR scheme on their total income; and 4) their expectation for the involvement in the activities. The study had been conducted in Randualas and Kresek villages, Madiun Regency, from October to December 2000 using survey method. Data were gathered by purposively sampling respondents in the field. Primary and secondary data collected were descriptively analyzed using quantitative and qualitative approaches. The results show that knowledge and experience on PHJO program were formally and informally transferred by female workers via their husbands (Randualas 68,97%, Kresek 72, 73% ), Perhutani (Randualas 17,24%, Kresek 22, 73% ), the Faculty of Forestry UGM (Randualas 10,35%, Kresek 4,44%), and their children (Randualas 3,45%). Women's role in teak forest preparation can be seen from land preparation or gebrus, acir establishment, cultivation, substitution, cutting of intermediate plantation, eradication of bushes, and hoeing the main plantation. Contribution of female labors in the activities was 47,68% (64,71 HOK/year) in Randualas and 45.88% (31,39 HOK/year) in Kresek village. Their income contribution in PHJO program on total family income is 23,5% (Rp757,129,­/KK/year) in Randualas and 11,0% (Rp467,237/KK/year) in Kresek village. Their expectations of PHJO program are: 1) the program will continue because it gives significant contribution to family income; 2) they will be able to actively participate in forest development so their husband will be able to work out of agricultural and forestry sectors; and 3) they will gain more knowledge and experience in cultivating agricultural and forestry plantations.

Kata Kunci : Hutan Tanaman Jati, Peran Perempuan, women's role, knowledge transfer, labors contribution, income contribution, women's expectation.

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf