EVALUASI PERKEMBANGAN VOLUME DAN NILAI TEGAKAN JATI DI KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN (KPH) KENDAL PERUM PERHUTANI UNIT I JAWA TENGAH
Agus Santoso, Dr.Ir. Sofyan P. Warsito
2001 | Tesis | S2 Ilmu KehutananMasalah manajemen pada perusahaan yang bergerak di bidang kehutanan selalu berkaitan dengan azas kelestarian hutan dan kelestarian perusahaan. Azas kelestarian hutan menghendaki keseimbangan antara pemungutan hasil hutan dengan riapnya. Azas kelestarian perusahaan mengandung arti bahwa perusahaan dapat berproduksi terus-menerus serta keunhmgannya selalu meningkat agar kelangsungan perusahaan tetjamin. Perusahaan hutan (Perum Perhutani) perlu mengetahui nilai tegakan jati sebagai nilai asetnya sekaligus sebagai kontrol terhadap pengelolaan hutan yang dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelestarian pengelolaan hutan jati di KPH Kendal berdasarkan evaluasi perkembangan volume dan nilainya. Penelitian ini menggunakan data dari tiga inventarisasi hutan terakhir (1977, 1987 ,1998). Penaksiran volume tegakan (stn11diug stock) menggunakan bantuan tabel tegakan jati Wolf von Wulfing. Sedangkan penentuan nilainya menggunakan pendekatan cost value method a tau nilai setara biaya pokok. Hasil penelitian menunjukan bahwa volume tegakan jati KPH Kendal menurun selama periode tahun 1977-1987 dan meningkat pada periode tahun 1987- 1998. Sedangkan nilai tegakannya cenderung menurun selama dua puluh tahun terakhir. Di sini dibuktikan bahwa kenaikan volume tegakan tidak selalu harus diikuti dengan peningkatan nilainya. Kelestarian tegakan hutan tidak cukup hanya dilihat dari perkembangan volume tegakannya, sehubungan adanya bias nilai. Dengan mengkonversikan volume tegakan ke nilai monetemya, bias penilaian dapat dieliminasi. Selain itu tegakan yang telah diketahui nilai monetemya dapat dimasukkan sebagai aktiva dalam sistem akuntansi manajemen.
Problems of management of timber enterprises always relate to sustainedyield principles and sustained-enterprise principles. Sustained-yield principles requires a balance of yield harvested and the growth. Sustained-enterprise principles means that enterprise can produce continously and its profit always increases so that sustainability of the enterprise always can be maintained. Timber enterprise (Perum Perhutani) should know the stumpage value of teak stands as an asset and as a control of forest management that has been aplied. The aim of this research is to :investigate level of sustainability of forest management that has been applied on teak plantation stands at KPH Kendal based on evaluation of the development of volume and its value. This research used data from three forest inventores later (1977, 1987 and 1998). Estimation of standing stock (volume) used aid of Wolf von Wulfing's teak normal volume table. Determination of stumpage value used cost value method approach. This research has shown that volume of stands of teak forest at KPH Kendal had been decreasing for period 1977 -1987 and had been increasing for period 1987 -1998. In other side, the stumpage value had been tending to decrease for twenty years later. This research has proven that the increase of standing stock volume hadn't to be followed by the increase of stumpage value and on the contrary. Sustainability of stumpage not only be observed enough by knowing development of standing stock volume, regarding value bias. By converting standing stock volume to its monetary value, bias valuation can bee eliminated. Standing stock that's monetary value is known can be integrated as an asset into management accounting.
Kata Kunci : Kayu Jati,Volume dan Nilai Tegakan,KPH Kendal