Laporkan Masalah

OPTIMASI PENGELOLAAN ZONA TAMAN NASIONAL LAUT TAKA BONERATE BERBASIS MODEL TUJUAN GANDA (MULTI OBJECTIVE PROGRAMMING)

Nur Sumedi, Dr.Ir. Agus Setyarso, MSc

2001 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

enelitian dilakukan di Taman Nasional Laut Ta..lrn Boncrate Sulawesi Selatan dari bulan Oktober 2000 dan berakhir pada bulan Maret 2001. Penelitian ini bertujuan: ( 1) Mengetahui kondisi Taman Nasional Laut Taka Bonerate saat ini, baik kondisi eko!ogis terumbu karang, tingkat pengusahaan perikanan dan jumlah penp,njnng; (2) Mengindentifikasi keterkaitan antara penetapan target manajemen dengan potensi sumber daya yang ada; (3) Mencari kombinasi luas zona yang menjamin kelestarian ekosistem yang dilindungi (luas minimal zona inti yang layak secara ekologis), tingkat kerusakan kawasan rerumbu karang seminimal mungkin (status baik) dan kombinasi zona yang akan memberikan kenyamanan terhadap pengunjung pada jurnlah tertentu untuk berbagai motivasi kunjungan Pengelolaan taman nasional laut dengan multi tujuan diwujudkan dalam perumusan suatu zonasi yang optimal. Metode yang digunakan untuk mengoptimalkan adalah metode goal programming (Program Tujuan Ganda) yang telah banyak diterapkan dalam_ optimasi pemanfaatan sumberdaya alam. Program tujuan ganda digunakan sebagai metode valuasi untuk memperoleh nilai-nilai yang paling mendekati target yang ditetapkan berdasarkan kendala-kendala yang ada. Status ekologis terwnbu karang di TNL Taka Bonerate masih dalam keadaan cukup baik dengan rata-rata persentase penutupannya sebesar 48,36 %. Sedangkap tingkat pengusahaan perikanan masih mengandalkan jenis ikan sunu dengan produksi rata-rata setiap tahun sebesar 9.495 kg, masih di bawah Hasil Maksimum Lestarinya yang: sebesar I 0.014 kg/th. Sedangkan tingkat kunjtmgan wisatawan masih sangat kecil yakni sebesar 2560 orang/th. Belum adanya keterkaitan yang jelas antara potensi TNL Taka Bonerate dengan penetapan alokasi luas tiap zona serta penetapan target-target manajemen. Sehingga nilai-nilai yang dihasilkan dari masing-masing tahapan tidak memberikan hasil optimal dalam berbagai aspeknya. Alokasi luas zona yang dapat dianggap optimal adalah sebesar 119.613,4 ha (22,54 %) untuk zona inti, 251915,8 ha (55 %) W1tuk zona pemanfaatan dan 159.226,8 ha (30 %) W1tuk zona penyangga. Dengan alokasi luas yang demikian target untuk meningkatkan kualitas ekologis terumbu karang menjadi di atas 50 % dapat tercapai, demikian pula target unn1k meningkatkan nilai produksi dari pengusahaan perikanan di atas 10.014 kg/th. Target kunjW1gan yang menjadi lebih besar dari 1081 orang per hari juga dapat dicapai. Sedangkan hasil dari target yang masih surplus adalah luas zone inti yang masih memberikan simpangan positif sebesar 40.000 ha.

The research was conducted at Taka Bonerate Marine National Park, South Sulawesi Region since October 2000 to March 2001. The objectives were: (l) to know current status of Taka Bonerate Marine National Park, as well as coral reef conditions, fisherises exploitation level, and tourisme level. (2) to Identify the relationship between management target decision with natural resources potency; (3) to search combination of zone wide that secure of ecosystem sustainability (minimwn wide of core zone), minimum damage level of coral reef, and maximize amount of visitor with comfortable space. The multiobjective of management of marine national park was implemented at optimum zonation. The Method was used multiobjective programming. The program was used to valuation to get the values that the nearest of the targets. Ecological status of coral reef at Taka Bonerate National Park was still good enough with coverage rate 48,36 %. The exploitation of fisheries still base on single species (Ephineplus sp.) with production rate 9,495 Kg per year still under the Maximum Sustainable Yield that is I 0,0 l 4 Kg per year. The level of tourist visitors was 2560 individu per year. There was no relationship between management target decision and natural resources potency. So that the value results weren't optimum at any aspects. The optimum allocation of zone wide was 119.613,4 ha (22,54 %) for core zone, 251915.8 ha (55 %) for use zone and 159 .226,8 ha (30 %) for buffer zone.

Kata Kunci : Taman Nasional Laut,Pengelolaan,Kondisi Ekologis

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf