Perencanaan Program Interpretasi Alam di Enclave Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bone Bolango
LUSI HERANINGTYAS, Dr. Hero Marhaento,S.Hut.,M.Si.
2023 | Skripsi | S1 KEHUTANANKecamatan Pinogu, Bone Bolango, Gorontalo merupakan kawasan enclave Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) yang dikelilingi oleh hutan konservasi. Masyarakat Pinogu memanfaatkan hasil hutan dengan mengambil kayu untuk mebel dan kayu bakar. Dampaknya, hutan menjadi rusak dan beberapa satwa liar endemik seperti anoa (Bubalus quarlesi) dan babirusa (Babyrousa babyrussa) berkurang populasinya. Salah satu upaya pengelola kawasan TNBNW untuk mengurangi tekanan terhadap hutan adalah dengan mengembangkan wisata alam di Pinogu sebagai alternatif mata pencaharian masyarakat. Pinogu memiliki potensi alam dan budaya yang dapat dikembangkan menjadi atraksi wisata alam. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun progam interpretasi alam di kecamatan Pinogu sebagai upaya untuk mengembangkan potensi alam, meminimalisir kerusakan hutan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kelestarian hutan khususnya tumbuhan dan satwa liar endemik. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara. Observasi lapangan dilakukan dengan metode rapid assessment (pengamatan cepat) untuk potensi tumbuhan dan satwa liar, metode Bureau of Land Management untuk potensi lanskap dan data potensi budaya dilakukan dengan wawancara secara purposive sampling kepada tokoh masyrakat dan pengelola Resort Tulabolo-Pinogu, TNBNW. Dari seluruh data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis diketahui terdapat 14 potensi flora, 16 potensi fauna, 14 potensi lanskap, dan 9 potensi budaya di Pinogu. Berdasarkan potensi tersebut, tersusun 7 tema dan 18 jalur interpretasi alam di Pinogu meliputi tema mengenal satwa endemik Sulawesi, mengenal satwa endemik nokturnal Sulawesi, mengenal pengolahan kopi organik Pinogu, menikmati pemandangan alam di Pinogu, mengenal kondisi sosial ekonomi masyarakat Pinogu, mengenal budaya Pinogu, dan menjelajah hutan Pinogu.
Pinogu sub-district, Bone Bolango, Gorontalo are an enclave of Bogani Nani Wartabone National Park (TNBNW) surrounded by conservation forests. The Pinogu people use forest products for furniture and firewood. The impact on the forest is degradation. Several endemic wildlife species populations are decreasing, including Bubalus quarlesi and Babyrousa babyrussa. One of efforts encouraged by the management of the TNBNW area to reduce pressure on the forest is to develop nature tourism in Pinogu as an alternative livelihood for the community. Pinogu has natural and cultural potential that is set as one of the nature tourism attractions. This study aims to develop a nature interpretation program in the Pinogu to develop natural potential, minimize forest damage, and increase public awareness of preserving forests, especially endemic plants and wildlife. Data collection methods included literature studies, field observations, and interviews. Plant and wildlife potential data were collected using rapid assessment method; landscape potential using Bureau of Land Management method; and cultural potential using purposive sampling interviews with community leaders of the Tulabolo-Pinogu Resort, TNBNW. From all the data obtained, a descriptive analysis was carried out. Based on the research result, there are 14 potential flora, 16 potential fauna, 14 potential landscapes, and 9 potential cultures. Based on these potentials, seven themes and 18 nature interpretation trails were developed in Pinogu. It includes recognizing Sulawesi endemic animals, recognizing Sulawesis nocturnal endemic animals, the socio-economic conditions of the Pinogu community, organic Pinogu coffee, the natural landscape in Pinogu, Pinogu culture, and exploring the Pinogu forest
Kata Kunci : Pinogu,Pinogu;Taman Nasional Bogani Nani Wartabone,Bogani Nani Wartabone National Park;program interpretasi alam,nature interpretation program