Environmental and social risks mitigation of Philippine offshore wind energy development: A stakeholder analysis
Ian Benedict R. Mia, Stein Oluf Kristiansen (University of Agder)
2022 | Tesis | Magister ManajemenFilipina sedang mempertimbangkan pengembangan pembangkit listrik tenaga bayu/angin (PLTB) lepas pantai (off shore) sebagai solusi untuk krisis energi di Filipina. Tantangan dari implementasi teknologi ini adalah Filipina tidak memiliki pengetahuan dan keahlian tentang teknologi yang mumpuni terkait PLTB lepas pantai, serta kemampuan untuk menanggulangi risiko lingkungan dan sosial yang terkait. Studi ini berfokus kepada mitigasi risiko pengembangan PLTB lepas pantai di Filipina, terutama bagi faktor berisiko tinggi seperti spesies yang terancam punah dan dilindungi, habitat kritis, bencana alam, kawasan lindung laut, penangkapan ikan dan perikanan, dan ketidakpastian regulasi dan peraturan yang berlaku. Penelitian ini menggunakan studi kasus kualitatif dan analisis pemangku kepentingan pada industri PLTB lepas pantai Filipina. Pemangku kepentingan terpilih dianalisis berdasarkan beberapa atribut (kekuasaan, legitimasi, dan urgensi, motivasi dan minat, pengetahuan dan kompetensi, dan hubungan yang saling bertentangan, saling melengkapi, dan bekerja sama). Atribut pemangku kepentingan ini dianalisis lebih lanjut dan saling berhubungan, yang mengarah ke beberapa strategi manajemen bersama untuk mitigasi risiko. Data dikumpulkan melalui empat metode: analisis dokumentasi, observasi, wawancara semi terstruktur, dan survei melalui wawancara pribadi. Hasil studi ini menunjukkan bahwa dari enam pemangku kepentingan yang diidentifikasi (pemerintah, pengembang proyek, lembaga keuangan pembangunan, LSM, akademisi, dan masyarakat lokal), hanya pemerintah dan pengembang proyek yang memiliki minat yang tinggi terhadap mitigasi risiko dan merupakan pihak yang paling mampu memimpin inisiatif untuk meningkatkan keterlibatan pemangku kepentingan. Pemangku kepentingan lain cenderung berpartisipasi jika mereka didekati langsung oleh orang lain. Lembaga keuangan pembangunan, LSM, dan akademisi mengambil peran yang mendukung dalam hubungan antar pemangku kepentingan, sedangkan masyarakat lokal tampaknya mengambil peran yang bertentangan. Rekomendasi diberikan untuk proses pengambilan keputusan lembaga pemerintah dan pengembang PLTB lepas pantai.
Offshore wind energy development is being put forward as a solution to the Philippines' energy crisis. The challenge is that the country lacks knowledge and expertise on offshore wind technology, as well as on mitigating its associated environmental and social risks. This study looks at the risks of developing offshore wind in the Philippines, particularly high-risk areas such as endangered and protected species, critical habitats, natural hazards, marine protected areas, fishing and fisheries, and uncertainty (e.g., with the regulatory framework). Using a qualitative case study and stakeholder analysis of the Philippine offshore wind energy industry, selected stakeholders were analyzed based on several attributes (power, legitimacy, and urgency, motivations and interests, knowledge and competence, and conflicting, complementary, and cooperating relationships). These stakeholder attributes were further analyzed and interconnected, leading to several co-management strategies for risk mitigation. Data was collected through four methods: record analysis, observation, semi-structured interviews, and survey via personal interview. Among six stakeholders identified (government, project developers, development finance institutions, NGOs, academia, and local communities), only the government and project developers have a clear interest towards risk mitigation and are the most capable of leading stakeholder engagement initiatives. Other stakeholders are likely to participate if they are directly approached by others. Development finance institutions, NGOs, and academia seem to take on a complementary role in the stakeholder engagement process, whereas local communities seem to take on a conflicting role. Recommendations are provided for the decision-making processes of government agencies and offshore wind developers.
Kata Kunci : Philippines, offshore wind energy, environmental and social risks, risk mitigation, stakeholders, stakeholder attributes, co-management strategies