KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BADUY DALAM MENGELOLA HUTAN DAN LINGKUNGAN NYA
Gunggung Senoaji , Prof. Dr. Ir. H. Hasanu Simon, MS
2003 | Tesis | S2 Ilmu KehutananPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosial dan ekonomi masyarakat Baduy dan memahami aturan dan tata nilai yang berlaku dalam memanfaatkan lingkungan hutannya serta mengetahui perbedaan pola kehidupan antara masyarakat Baduy-Dalam dan Baduy-Luar. Penelitian ini dilakukan di Kampung Cibeo dan Kampung Cipaler, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi-pengikutsertaan dan wawancara terbuka mendalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa didasarkan pada kondisi sosial, budaya, dan ekonominya, masyarakat Baduy dapat dikelompokan kedalam tiga kelompok yaitu Baduy-Dalam, Baduy-Luar, dan Baduy Muslim. Baduy-Dalam bermukim di tiga kampung inti, dan merupakan kelompok yang masih memegang teguh aturan dan norma adat dari leluhurnya. Baduy-Luar bermukim di kampung-kampung di luar kampung inti dan merupakan filter dan penjaga masuknya kebudayaan luar ke wilayah kampung inti. Masyarakat Baduy-Luar masih berpegang kepada ketentuan dan norma adat, walaupun m:.ilai ada kelonggaran-kelonggaran. Baduy Muslim adalah Masyarakat Baduy yang telah keluar dari wilayah pemukiman Baduy dan hidup berdampingan dengan masyarakat luas. Masyarakat Baduy-Muslim sudah tidak berpegang kepada aturan dan norma adat. Perubahan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Baduy disebabkan karena daya dukung lingkungan telah terlampaui sejalan dengan pertambahan penduduk yang terns meningkat pada luasan Iahan yang tetap. Ketentuan adat tentang tata cara pengelolaan ladang, hutan, dan keagamaan masih menjadi ketentuan mutlak yang harus dipatuhi oleh semua masyarakat Baduy. Dari basil perhitungan tentang pendapatan minimum rata-rata keluarga Baduy, Masyarakat Baduy-Luar berpendapatan Rp. 9.070.000 per tahun, sedangkan BaduyDalam Rp. 7.270.000 per tahun. Dengan asumsi setiap keluarga Baduy berjumlah enam orang, maka pendapatan perkapitanya adalah Rp. 1.510.000 untuk Baduy-Luar dan 1.210.000 untuk Baduy-Dalam. Berdasarkan tolak ukur kemiskinan, masyarakat Baduy terletak diatas garis kemiskinan.
This research aimed to find out the social and economic characteristic of Baduy society and understanding the rule and value that obtained in using forest environment and also understanding the life style differences between Baduy-Dalam and Baduy-Luar community. This research carried out in Kampung Cibeo and Kampung Cipaler, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak Region in Banten Province. That two village is used as a settlement of Baduy-Dalam and Baduy-Luar community. The method that used in this research is descriptive method by quantitative and qualitative approach. Data collecting carried out by participationobservation and opened-deepen interview. The result of this research shows that according to social, cultural, and economic conditions, Baduy community can be grouped into three groups, there are Baduy-Dalam, Baduy-Luar, and Baduy-Muslim. Baduy-Dalam lives in the three primary village, and be as a group that has still hold rule and tradition norm from the ancestors. Baduy-Luar lives in the villages outside from the primary village and be as a filter and guardian for the other cultural that will enter to primary village. BaduyLuar community also still holds the rule and tradition norm, thought there are many alleviated. Baduy-Muslim is part of Baduy community who has quit from Baduy settlement and lives side by side with other communities. Baduy-Muslim community is not hold to the rule and tradition norm anymore. Social, economic, and cultural alteration of Baduy community is caused by support from the environment past over as the increase of the people in a fix land. Tradition role about the rule of managing field, forest, and religion still be an absolute determination that has to be obeyed by all ofBaduy community. From the calculation of minimum revenue for average of Baduy family, Baduy-Luar community receive Rp.9.070.000,00 annually, and the Baduy-Dalam Rp.7.270.000 annually. By the assumption that there is six person in every Baduy family, so the revenue per capita for Baduy-Luar is Rp. 1.510.000,00 and Rp. 1.210.000,00 for Baduy-Dalam. According to poverty line, all of Baduy community is located above the poverty line.
Kata Kunci : Masyarakat Baduy, Kearifan Lokal, Hutan dan Lingkungan