Laporkan Masalah

KAJIAN KETAHANAN ENERGI WILAYAH TERHADAP RELASI SOSIAL DAN BUDAYA PADA MASYARAKAT DALAM MENYIKAPI PENGEMBANGAN ENERGI PANAS BUMI DI LAHENDONG, TOMOHON, SULAWESI UTARA

FITRIA YUSRIFA, Dr. Rr. Siti Murtiningsih, S.S., M.Hum; r. Pri Utami, M.Sc., Ph.D, IPM

2023 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONAL

Energi Baru Terbarukan merupakan salah satu energi yang mulai dikembangkan di Indonesia secara optimal dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Salah satu bentuk energi baru terbarukan yang dapat ditemukan di Indonesia dalam jumlah yang melimpah adalah energi panas bumi. Kelurahan Lahendong merupakan salah satu kelurahan yang terletak di daerah pengembangan energi panas bumi di Sulawesi Utara. Masyarakat Lahendong didominasi oleh sub etnis Tombulu yang berakar dari etnis Minahasa, sehingga dalam keseharian tidak dapat mengesampingkan relasi sosial budaya yang selama ini digunakan untuk memaknai fenomena yang terjadi di sekitar masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi sosial dan budaya masyarakat dalam menyikapi pengembangan energi panas bumi di Lahendong, Tomohon, Sulawesi Utara dari sudut pandang Ketahanan Energi Wilayah. Penelitian ini merupakan penelitian multidisipliner yang menggunakan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipasi dalam proses pengambilan data sebagai metode kualitatif. Peneliti mengolah data dari hasil wawancara 31 orang informan dalam bentuk transkripsi verbatim melalui tahapan reduksi dan klasifikasi data berdasarkan indikator yang telah ditetapkan. Data disajikan dalam bentuk narasi dan dianalisis dengan pendekatan hermeneutika filosofis. Hasil penelitian memaparkan relasi sosio-kultural masyarakat Lahendong melalui falsafah hidup Sitou Timou Tomou Tou yang terkandung dalam sistem budaya Mapalus dan Torang Samua Basudara, serta persamaan garis keturunan dan hubungan kekerabatan yang terus dipupuk melalui kegiatan di kelompok sosial skala kecil maupun besar memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk sikap terhadap pengembangan energi panas bumi. Masyarakat cenderung meredam konflik, karena menjaga perasaan satu sama lain, termasuk dengan pihak pengembang energi panas bumi dan pemerintah. Dukungan yang besar terhadap pengembangan energi panas bumi di Lahendong terwujud melalui keikutsertaan masyarakat dalam berbagai program sosialisasi panas bumi. Dari segi ketahanan energi wilayah, distribusi listrik yang memanfaatkan energi panas bumi sebagai penggerak pembangkit sudah merata dan dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat, dan mampu menjamin visi kemandirian energi di daerah. Dukungan yang besar dari masyarakat melalui relasi sosial-budaya yang positif menjadi pilar pembangunan berkelanjutan berbasis energi baru terbarukan di Lahendong.

New and Renewable Energy is one of the energies that has begun to be optimally developed in Indonesia in the last ten years. One form of renewable energy that can be found in abundant quantities in Indonesia is geothermal energy. Lahendong sub-district is one of the sub-districts located in the geothermal energy development area in North Sulawesi. The Lahendong community is dominated by the Tombulu sub-ethnic which has roots from the Minahasa ethnicity, so that in daily life one cannot ignore the socio-cultural relations that have been used to interpret phenomena that occur around the community. This study aims to analyze the social and cultural relations of the community in responding to the development of geothermal energy in Lahendong, Tomohon, North Sulawesi from the perspective of Regional Energy Resilience. This research is a multidisciplinary research that uses in-depth interview techniques and participatory observation in the data collection process as a qualitative method. The researcher processed data from interviews with 31 informants in the form of verbatim transcriptions through the stages of data reduction and classification based on predetermined indicators. The data is presented in narrative form and analyzed using a philosophical hermeneutic approach. The results of the study describe the socio-cultural relations of the Lahendong people through the philosophy of life of Sitou Timou Tomou Tou which is contained in the cultural system of Mapalus and Torang Samua Basudara, as well as similarities in lineage and kinship which are continuously fostered through activities in small and large scale social groups that have a great influence in shaping attitudes towards the development of geothermal energy. Communities tend to reduce conflict, because they maintain feelings for each other, including with geothermal energy developers and the government. Great support for the development of geothermal energy in Lahendong is realized through community participation in various geothermal outreach programs. In terms of regional energy resilience, the distribution of electricity that utilizes geothermal energy as a generator has been evenly distributed and felt by all elements of society, and is able to guarantee the vision of energy independence in the regions. Great support from the community through positive socio-cultural relations is a pillar of sustainable development based on new and renewable energy in Lahendong.

Kata Kunci : eothermal, Lahendong, Regional Energy Resilience, Socio-Culture Relation

  1. S2-2023-467934-abstract.pdf  
  2. S2-2023-467934-bibliography.pdf  
  3. S2-2023-467934-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2023-467934-title.pdf