Implementasi Netralitas Mediator dalam Mendorong Terciptanya Perdamaian (Studi Kasus Konflik antara Masyarakat Desa Menamang Kiri dengan PT. Surya Hutani Jaya yang Dimediasi Impartial Mediator Network)
MARIO BHAKTI W, Prof. Dr. Poppy Sulistyaning Winanti, M.PP., M.Sc.
2023 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONALKonflik antara Desa Menamang Kiri dan PT. Surya Hutani Jaya merupakan konflik yang terjadi selama belasan tahun lamanya akibat perebutan lahan guna kepentingan bisnis dan tempat tinggal. Konflik tersebut mereda ketika adanya intervensi dari mediator Impartial Mediator Network (IMN) yang mampu mendamaikan kedua belah pihak, berikut dengan kesepakatan yang tersusun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mediator independen dari lembaga IMN dapat menjaga kenetralan dalam memediasi konflik tersebut. Sumber data penelitian didapatkan dengan mencari data-data sekunder seperti buku dan internet dan data primer yaitu wawancara serta dokumen pendukung mediasi. Pendekatan yang dilakukan yaitu menganalisis data temuan dengan poin-poin netralitas yang sudah dikategorisasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IMN memenuhi 22 poin kategorisasi netral dalam pra mediasi, mediasi, dan pasca mediasi sehingga terbukti sebagai pihak netral. Pengalaman mediator dalam konflik ini juga menambah kategori lain terhadap kenetralan mediator yaitu mengenai sensitivitas konflik. IMN mampu menjaga kenetralan baik secara nilai dan sikap. Hal ini tentu menjadi salah satu sumbangsih bagi studi perdamaian dan resolusi konflik untuk meningkatkan kompetensi secara praktis dari pengalaman-pengalaman juru damai secara riil.
The conflict between Menamang Kiri Village and PT. Surya Hutani Jaya is a conflict that has been going on for dozens of years as a result of fighting over land for business and residential purposes. The conflict subsided when there was intervention from an Impartial Mediator Network (IMN) mediator who was able to reconcile the two parties, along with a structured agreement. This study aims to find out how independent mediators from the IMN institution can maintain neutrality in mediating the conflict. Sources of research data were obtained by searching for secondary data such as books and the internet and primary data, namely interviews and mediation supporting documents. The approach taken is to analyze the findings of the data with neutrality points that have been categorized. The results showed that IMN fulfilled 22 neutral categorization points in pre-mediation, mediation, and post-mediation so that it proved to be a neutral party. The experience of the mediator in this conflict also adds another category to the neutrality of the mediator, namely regarding conflict sensitivity. IMN is able to maintain neutrality both in values and attitudes. This is certainly one of the contributions to the study of peace and conflict resolution to increase practical competence from the real experiences of peacemakers.
Kata Kunci : konflik lahan, mediasi, netralitas, mediator independen