Pengaruh Teknologi Keuangan (Fintech) terhadap Konsumsi Rumah Tangga di DIY
Aditiyarini Kurniawati, Ardyanto Fitrady, M.A., Ph.D.
2022 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenggunaan teknologi keuangan (fintech) membantu mengurangi tingkat asimetri informasi, mengurangi biaya transaksi, serta meningkatkan ketersediaan layanan keuangan sehingga dapat mendorong konsumsi rumah tangga. Adanya pandemi Covid-19 pada tahun 2020 justru diyakini mempercepat transformasi layanan keuangan secara digital. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh teknologi keuangan (fintech) terhadap konsumsi rumah tangga di DIY. Penelitian ini menggunakan data data sekunder cross section berdasarkan hasil survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tingkat rumah tangga kabupaten/kota di DIY tahun 2020 yang bersumber dari BPS. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode two-stage least square (2SLS) dengan pendekatan variabel instrumen untuk mengatasi adanya potensi endogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi keuangan (fintech) berpengaruh signifikan secara statistik terhadap konsumsi rumah tangga di DIY. Semakin tinggi penggunaan teknologi keuangan (fintech) akan mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga sehingga dapat digunakan sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat di DIY sehingga dapat berimplikasi pada penurunan ketimpangan pendapatan dan pengurangan kemiskinan ekstrem di DIY
Financial technology (fintech) helps to reduce information asymmetry, lower transaction costs, and increase the availability of financial services, all of which encourage household consumption. The presence of the Covid-19 pandemic in 2020 is expected to hasten the digital transformation of financial services. The purpose of this study is to investigate the impact of financial technology (fintech) on DIY household consumption. This study employs cross-section secondary data derived from BPS's National Socio-Economic Survey (SUSENAS) at the district/city household level in DIY in 2020. To overcome potential endogeneity, the analysis was carried out using the two-stage least square (2SLS) method with an instrumental variable approach. The findings revealed that financial technology (fintech) has a statistically significant impact on DIY household consumption. The higher the use of financial technology (fintech), the greater the increase in household consumption, which can be used to increase productivity and community welfare in DIY, with implications for reducing income inequality and extreme poverty in DIY.
Kata Kunci : teknologi keuangan (fintech), konsumsi rumah tangga, tahun 2020, pandemi Covid-19, pemerintah daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta, 2SLS