Analisis Pengaruh ASEAN-Australia New Zealand Free Trade Area (AANZFTA) Terhadap Penghindaran Bea Masuk di Indonesia
ARIEF RAHMAN S, Artidiatun Adji, M.Ec., Ph.D.
2022 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanKetika dihadapkan pada tarif pajak, probabilitas pemeriksaan pajak, dan besaran denda, seorang pembayar pajak termasuk di dalamnya importir diasumsikan akan selalu berusaha memaksimalkan utilitasnya agar sekecil mungkin membayar pajak. Secara teori, adanya perjanjian perdagangan bebas akan menghilangkan atau setidaknya memperkecil insentif yang diperoleh importir ketika berbuat curang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ASEAN-Australia New Zealand Free Trade Area (AANZFTA) terhadap penghindaran bea masuk di Indonesia. Analisis dilakukan dengan menggunakan data panel perdagangan antara Indonesia dengan Australia dan Selandia Baru tahun 2000-2020 melalui pendekatan fixed effects model. Mengikuti Fisman dan Wei (2004), penelitian ini menggunakan trade gap sebagai proksi dari penghindaran bea masuk. Hasil estimasi menunjukkan bahwa AANZFTA berpengaruh negatif terhadap trade gap baik dalam bentuk weight gap maupun value gap masing-masing kurang lebih sebesar 36% dan 56% ceteris paribus. Setiap satu poin persentase tarif AANZFTA yang lebih rendah dari tarif yang berlaku umum akan menurunkan weight gap dan value gap masing-masing kurang lebih sebesar 5% dan 9,5% ceteris paribus.
Faced with tax rates, audit probabilities, and the amount of fines, a taxpayer, including the importer, will always try to maximize his utility in order to pay taxes to a minimum. In theory, free trade agreement will eliminate or at least minimize the incentives obtained when committing tax evasion. The purpose of this study was to analyse the influence of the ASEAN-Australia New Zealand Free Trade Area (AANZFTA) on the avoidance of import duties in Indonesia. The analysis was carried out using a panel of trade data between Indonesia and Australia and New Zealand in 2000-2020 using a fixed effect model approach. Following Fisman and Wei (2004), this study uses the trade gap as a proxy for import duty evasion. The estimation results show that AANZFTA has negative effect on the trade gap in the form of a weight gap and a value gap of approximately 36% and 56% ceteris paribus, respectively. Every one percentage point of the AANZFTA rate that is lower than most favoured nation rate will reduce the weight gap and value gap by approximately 5% and 9.5% ceteris paribus respectively.
Kata Kunci : penghindaran bea masuk, trade gap, perjanjian perdagangan bebas, fixed effects model