Laporkan Masalah

Nilai Diagnostik Red Cell Distribution Width untuk Diagnosis Gagal Jantung pada Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

HAURA PRADHYTA B, dr. Indah Kartika Murni, M.Kes, Ph.D, Sp. A (K); dr. Noormanto, Sp. A (K)

2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Insidensi penyakit jantung bawaan pada anak di Indonesia termasuk tinggi yakni 8 dari 1000 kelahiran hidup dengan kejadian yang sebenarnya diprediksi lebih tinggi lagi mengingat akan tingginya angka fertilitas di Indonesia. Penyakit jantung bawaan (PJB) ini terjadi akibat adanya gangguan pada proses pembentukan jantung dan pembuluh darah besar yang terjadi sebelum kelahiran. PJB pada anak menjadi penyebab umum terjadinya gagal jantung pada anak. Gagal jantung ini terjadi akibat abnormalitas struktur jantung akibat PJB yang mengganggu kemampuan ventrikel dalam mengisi atau mengeluarkan darah. Keluhan dan gejala dari gagal jantung ini kurang khas sehingga diagnosisnya seringkali terlambat. Oleh karena itu, diperlukan indikator diagnosis gagal jantung yang lebih mudah, cepat, dan murah terutama pada kondisi kegawatdaruratan gagal jantung. Salah satu potensi indikator diagnosis tersebut yaitu dengan menggunakan nilai RDW (red cell distribution width) yang dapat diperoleh dari pemeriksaan darah rutin. RDW merupakan penanda anisositosis yang didapat dari koefisien variasi distribusi volume eritrosit, yaitu dengan menghitung standar deviasi dari data ukuran eritrosit dibagi dengan rata-rata volume eritrosit tersebut. Sayangnya penelitian penggunaan nilai RDW sebagai prediktor diagnosis gagal jantung di Indonesia masih terbatas, terlebih lagi pada pasien anak dengan penyakit jantung bawaan.

Insidensi penyakit jantung bawaan pada anak di Indonesia termasuk tinggi yakni 8 dari 1000 kelahiran hidup dengan kejadian yang sebenarnya diprediksi lebih tinggi lagi mengingat akan tingginya angka fertilitas di Indonesia. Penyakit jantung bawaan (PJB) ini terjadi akibat adanya gangguan pada proses pembentukan jantung dan pembuluh darah besar yang terjadi sebelum kelahiran. PJB pada anak menjadi penyebab umum terjadinya gagal jantung pada anak. Gagal jantung ini terjadi akibat abnormalitas struktur jantung akibat PJB yang mengganggu kemampuan ventrikel dalam mengisi atau mengeluarkan darah. Keluhan dan gejala dari gagal jantung ini kurang khas sehingga diagnosisnya seringkali terlambat. Oleh karena itu, diperlukan indikator diagnosis gagal jantung yang lebih mudah, cepat, dan murah terutama pada kondisi kegawatdaruratan gagal jantung. Salah satu potensi indikator diagnosis tersebut yaitu dengan menggunakan nilai RDW (red cell distribution width) yang dapat diperoleh dari pemeriksaan darah rutin. RDW merupakan penanda anisositosis yang didapat dari koefisien variasi distribusi volume eritrosit, yaitu dengan menghitung standar deviasi dari data ukuran eritrosit dibagi dengan rata-rata volume eritrosit tersebut. Sayangnya penelitian penggunaan nilai RDW sebagai prediktor diagnosis gagal jantung di Indonesia masih terbatas, terlebih lagi pada pasien anak dengan penyakit jantung bawaan.

Kata Kunci : anak, penyakit jantung bawaan, gagal jantung, nilai diagnostik, RDW

  1. S1-2022-445315-abstract.pdf  
  2. S1-2022-445315-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-445315-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-445315-title.pdf  
  5. S1-2023-445315-abstract.pdf  
  6. S1-2023-445315-bibliography.pdf  
  7. S1-2023-445315-tableofcontent.pdf  
  8. S1-2023-445315-title.pdf