Laporkan Masalah

Hubungan Status Merokok Orang Tua terhadap Usia Inisiasi Merokok pada Remaja Perokok di Indonesia Usia 13 - 15 Tahun

CLARESTA, Prof. Dra. Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D.; dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D.

2023 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Angka konsumsi rokok yang tinggi masih menjadi salah satu masalah kesehatan di dunia, termasuk di Indonesia. Selain perokok dewasa, remaja dan anak-anak juga berkontribusi terhadap tingginya angka perokok di Indonesia. Kebiasaan merokok di usia yang lebih dini mengakibatkan tingkat dependensi yang lebih tinggi terhadap rokok di kemudian hari dan gangguan kesehatan yang lebih dini. Orang tua sangat berperan dalam perkembangan anak melalui pola asuh yang mereka berikan kepada anak tersebut. Anak-anak juga cenderung meniru perilaku yang mereka amati di lingkungannya. Dengan perilaku orang tua yang negatif, misalnya merokok, diperkirakan akan berpengaruh juga terhadap usia inisiasi merokok pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status merokok orang tua terhadap usia inisiasi merokok pada remaja perokok di Indonesia usia 13-15 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain studi potong lintang menggunakan data Global Youth Tobacco Survey (GYTS) Indonesia 2019. Sampel penelitian mencakup seluruh responden GYTS yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, yaitu sebanyak 814 siswa. Variabel penelitian kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Variabel yang dianalisis secara univariat meliputi status merokok orang tua, usia inisiasi merokok pada remaja perokok, usia, jenis kelamin, dan pengetahuan terhadap bahaya merokok. Variabel yang dianalisis secara bivariat yaitu status merokok orang tua dengan usia inisiasi merokok pada remaja perokok menggunakan uji chi-square dan analisis lebih lanjut menggunakan regresi logistik. Analisis bivariat juga dilakukan antara kovariat, yakni usia, jenis kelamin, dan pengetahuan terhadap bahaya merokok, dengan usia inisiasi merokok pada remaja perokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi usia inisiasi merokok kurang dari 10 tahun pada remaja adalah 16,4%. Status merokok orang tua berhubungan secara signifikan terhadap usia inisiasi merokok pada remaja perokok (p = 0,044). Perokok remaja dengan orang tua bukan perokok memiliki peluang 32% lebih rendah untuk menginisiasi merokok di usia kurang dari 10 tahun (OR = 0,68; 95% CI 0,46 - 0,99). Usia, jenis kelamin, dan pengetahuan terhadap bahaya merokok tidak berhubungan secara signifikan terhadap usia inisiasi merokok pada remaja. Namun, didapatkan bahwa usia 14 tahun (OR = 0,78; 95% CI = 0,50 - 1,22; p = 0,281) dan 15 tahun (OR = 0,88; 95% CI = 0,55 - 1,40; p = 0,593), jenis kelamin perempuan (OR = 0,95; 95% CI = 0,45 - 1,98; p = 0,887), dan pengetahuan terhadap bahaya merokok (OR = 0,80; 95% CI = 0,54 - 1,19; p = 0,277) menurunkan peluang remaja untuk menginisiasi merokok di usia kurang dari 10 tahun. Kesimpulan yang diperoleh yaitu terdapat hubungan signifikan antara status merokok orang tua dengan usia inisiasi merokok pada remaja perokok usia 13-15 tahun di Indonesia. Selain itu, tidak terdapat hubungan terdapat hubungan signifikan antara kovariat (usia, jenis kelamin, dan pengetahuan terhadap bahaya merokok) terhadap usia inisiasi merokok pada remaja perokok.

High cigarette consumption rates are still a health problem in Indonesia. Apart from adult smokers, teenagers and children also contribute to the high smoking rate in Indonesia. Smoking at earlier age involves a higher dependence rate on cigarettes later and health problems at an earlier age. Parents play an important role in the development of children through the parenting method that they give to their children. Children also tend to imitate behavior that they observe in their environment. Negative parental behavior, such as smoking, is estimated that it will also affect the age of smoking initiation in children or adolescents. This study aims to determine the relationship between parental smoking status and the age of smoking initiation of adolescents who is a smoker at the age of 13-15 years in Indonesia. This study is a cross-sectional study using secondary data from the Global Youth Tobacco Survey (GYTS) Indonesia 2019. The sample included in this study is 814 students. Variables were analyzed through univariate and bivariate analysis. Variables analyzed univariately included parental smoking status, age of smoking initiation in adolescents, age, sex, and knowledge of the dangers of smoking. Bivariate analysis was done between parental smoking status and adolescents' smoking initiation age using the chi-square test and further analysis using logistic regression. Bivariate analysis was also carried out between covariates such as age, sex, and knowledge of the dangers of smoking with adolescents' age of smoking initiation. The proportion of smoking initiation age less than 10 years in adolescents is 16.4%. Parental smoking status was significantly related to smoking initiation age in adolescent (p = 0.044). Adolescent with non-smoker parents have a 32% lower chance of initiating smoking at the age of less than 10 years (OR = 0.68; 95% CI 0.46 - 0.99). Age, gender, and knowledge of the dangers of smoking are not significantly related to the age of initiation of smoking in adolescents. However, it was found that the ages of 14 years (OR = 0.78; 95% CI = 0.50 - 1.22; p = 0.281) and 15 years (OR = 0.88; 95% CI = 0.55 - 1.40; p = 0.593), female (OR = 0.95; 95% CI = 0.45 - 1.98; p = 0.887), and knowledge of the dangers of smoking (OR = 0.80; 95% CI = 0.54 - 1.19; p = 0.277) decreased the chances of adolescent to initiate smoking at the age of less than 10 years. Parental smoking status play an important role in the age of smoking initiation of adolescents at an earlier age. Covariates, such as age, sex, and knowledge of the dangers of smoking, do not have a significant rrelationship in the age of smoking initiation of adolescents who is a smoker at the age of 13-15 years in Indonesia.

Kata Kunci : usia inisiasi merokok, rokok, remaja, orang tua, Indonesia

  1. S1-2023-442020-abstract.pdf  
  2. S1-2023-442020-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-442020-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-442020-title.pdf