Hubungan Perilaku Merokok Guru di Lingkungan Sekolah terhadap Perilaku Merokok pada Kalangan Remaja Indonesia
EARLY ISNAENI NUR FAUZIAH, Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari; Bagas Suryo Bintoro
2023 | Skripsi | S1 KEDOKTERANIndonesia merupakan salah satu negara dengan persentase tingkat merokok penduduk yang tinggi di dunia, yaitu sebanyak 39,8% populasinya merokok (WHO, 2019). Menurut Global Youth Tobacco Survey (GYTS) Indonesia (2019), 19,2% remaja Indonesia adalah perokok. Lingkungan sekolah yang merupakan tempat remaja melakukan banyak interaksi sosial dapat berpeluang memberikan pengaruh terhadap remaja, contohnya lewat interaksi guru dan remaja. Selain itu, data GYTS Indonesia (2019) menunjukkan terdapat 45,61% remaja mendapati gurunya merokok di lingkungan sekolah. Melihat tingginya angka guru merokok di lingkungan sekolah, penelitian untuk mengetahui pengaruh perilaku merokok guru di lingkungan sekolah terhadap perilaku merokok remaja penting dilakukan untuk menjadi acuan advokasi penggunaan rokok di tempat umum terutama di sekolah.
Indonesia is one of the countries with a high percentage of smoking rate, as much as 39.8% of the population smokes (WHO, 2019). Of Indonesian youth, 19.2% of them reported being a smoker (Global Youth Tobacco Survey Indonesia, 2019). The school environment, which is a place for adolescents to carry out a lot of social interaction, can have the opportunity to influence adolescent's behavior, for example through the interaction of teachers and adolescents. Based on GYTS Indonesia (2019), 45.55% of adolescent found their teachers smoking in school environment. Seeing the high number of smoking teachers in school environment, research to determine the effect of teacher smoking behavior in school environment on adolescent smoking behavior is important to be carried out as a reference for advocating the smoking behavior in public places, especially in schools.
Kata Kunci : merokok, guru, lingkungan sekolah, remaja, Indonesia