HUBUNGAN NILAI HALP DAN CRP PADA PASIEN COVID RAWAT INAP
FERNALDY, dr. Ayu Paramaiswari, Sp.PD-KR; dr. Noor Asyiqah Sofia, M.Sc., Sp.PD(K)
2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang: Penyakit coronavirus (COVID-19) merupakan darurat kesehatan atau pandemik karena memiliki tingkat infeksius yang tinggi serta fatalitas tinggi pada pasien dengan kasus berat. Terdapat beberapa tes yang dapat digunakan sebagai indikator prognosis, salah satu yang umum digunakan adalah c-reactive protein (CRP). Namun tesnya tergolong relatif mahal. Nilai hemoglobin, albumin, limfosit, trombosit (HALP) merupakan novel indeks untuk menilai inflamasi sistemik dan status nutrisi dengan aksesibilitas yang lebih terjangkau. Sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan hubungan antara CRP dan nilai HALP. Tujuan Penelitian: Menentukan hubungan nilai HALP dan CRP pada pasien COVID rawat inap. Metode Penelitian: Desain penelitian menggunakan studi kohort retrospektif dengan subjek pasien COVID rawat inap di Rumah sakit Sardjito dari tahun 2020-2021. Hubungan nilai HALP dan CRP diukur menggunakan koefisien korelasi, perbedaan mean, dan perbedaan proporsi. Koefisien korelasi antara nilai HALP dan CRP dihitung menggunakan tes korelasi Spearman. Perbedaan mean dihitung menggunakan uji Mann Whitney. Perbedaan proporsi dihitung menggunakan uji Chi squared. Hasil Penelitian: Dari 242 subjek penelitian, terdapat 136 (56.2%) pria, 106 (43.8) Wanita, dengan median usia 56 (45-63) tahun. Cutoff nilai HALP dan CRP adalah 13.3 dan 100. Dari analisis Spearman diketahui terdapat hubungan lemah antara nilai HALP dan CRP (r = -0.24, p = 0.715). Uji Mann Whitney menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan nilai HALP antara kelompok CRP � 100 dan CRP < 100 (p = 0.574). Pasien dengan nilai HALP < 13.3 mempunyai risiko memiliki CRP > 100 1.14 kali lebih tinggi dibandingkan dengan HALP � 100 (IK95%, 0.688-1887). Kesimpulan: Terdapat hubungan negatif tidak bermakna antara nilai HALP dan CRP pada pasien COVID rawat inap di RSUP Dr. Sardjito.
COVID-19 adalah penyakit pernafasan yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 dan merupakan darurat kesehatan atau pandemi karena tingkat infeksi yang tinggi dan fatalitas kasus tinggi pada pasien dengan kasus berat (Wang, 2020). Menurut (World Health Organization, 2021), sampai saat ini (10 Mei 2021) COVID-19 telah menginfeksi 157 juta orang di seluruh penduduk dunia dan di Indonesia sendiri terdapat 1,7 juta pasien positif dan 47 ribu korban COVID-19 dengan persentase 49% meninggal pada orang dengan umur lebih dari 60 tahun dan ditambah lagi belum ada pengobatan spesifik terhadap COVID-19. Oleh karena itu perlu dilakukan monitoring awal dan strategi pengobatan yang baik agar dapat menurunkan tingkat kematian pada kasus berat (Bartoli et al., 2021). Salah satu indikator sensitif yang mencerminkan kondisi lesi paru-paru dan keparahan penyakit adalah C-reactive protein (Liang et al., 2021). Namun karena biaya CT dan CRP tergolong relatif mahal, sehingga sulit untuk diakses oleh beberapa kalangan masyarakat.
Kata Kunci : Kata kunci : Covid, Hubungan, Nilai HALP Tinggi, Nilai HALP Rendah, CRP, Penelitian Kohort Retrospektif