Profil histopatologi meningioma di Instalasi Patologi Anatomik RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2014-2017
L. RAMA ADITYA P., Dr.dr. Rita Cempaka S.,Sp.PA;dr. Noviana Nugrohowati,Sp.PA;Dr. dr. Indrawati, Sp.PA (K)
2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang: Meningioma adalah tumor jinak intrakranial tersering dengan estimasi 13-26% dari total tumor primer intrakranial. Meningioma memiliki angka insiden sebesar 6/100.000, diperkirakan lebih sering terjadi pada wanita. Hingga saat ini, belum banyak data mengenai insidensi meningioma di Indonesia khususnya di Yogyakarta. Tujuan: Penelitian deskriptif analitik retrospektif ini memiliki tujuan untuk mengetahui epidemiologi meningioma di RSUP Dr. Sardjito dan Yogyakarta sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas diagnosis serta penanganan terhadap kasus meningioma. Metode: Data penelitian diperoleh dari Instalasi Patologi Anatomik RSUP DR. Sardjito Yogyakarta pada tahun 2014-2017. Data mengenai gambaran penderita meningioma akan dideskripsikan dan dianalisa. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan hasil sebanyak 107 orang yang menderita meningioma di RSUP Dr. Sardjito pada kurun waktu 2014-2017. Insidensi pasien meningioma paling tinggi didapatkan pada dekade 4 atau pada rentang usia 41-50 tahun yaitu sebanyak 54 orang. Rata-rata usia pasien adalah 46,65 tahun. Persentase pasien dengan jenis kelamin perempuan lebih banyak yaitu 87,85% sedangkan untuk laki-laki adalah 12.15%. Tipe meningioma paling sering adalah meningioma derajat 1 yaitu 82,25% khususnya jenis meningothelial meningioma (38,32%). Ukuran meningioma terbanyak didapatkan pada diameter 3-6 cm yaitu sebanyak 32 pasien (30%). Lokasi meningioma di permukaan otak (convexity) memiliki persentase lebih tinggi yaitu sebanyak 43 pasien (40%) dari 107 pasien. Kesimpulan: Pasien meningioma di RSUP DR. Sardjito lebih banyak terjadi pada dekade 4 dengan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan. Jenis meningioma tersering adalah derajat 1 dengan tipe meningothelial meningioma. Ukuran terbanyak pada diameter sedang (3-6cm). Lokasi lebih banyak dijumpai di permukaan otak (convexity).
Background : Meningioma is the most common benign intracranial tumor with an estimated 13-26% of total primary intracranial tumors. Meningioma has an incidence rate of 6/100,000, and is thought to be more common in women. Until now, there is not much data regarding the incidence of meningioma in Indonesia, especially in Yogyakarta. Objective : This retrospective analytic descriptive study aims to determine the epidemiology of meningioma at RSUP Dr. Sardjito and Yogyakarta so that it is expected to improve the quality of diagnosis and treatment of meningioma cases. Metods : The research data were obtained from the Anatomic Pathology Installation of RSUP DR. Sardjito Yogyakarta in 2014-2017. Data regarding the description of meningioma patients will be described and analyzed. Results: In this study, the results obtained were 107 people suffering from meningioma at RSUP Dr. Sardjito in the 2014-2017 period. The highest incidence of meningioma patients was found in the 4th decade or in the age range of 41-50 years, namely 54 people. The mean age of the patients was 46.65 years. The percentage of patients with female gender was higher, namely 87.85%, while for males it was 12.15%. The most frequent type of meningioma was grade 1 meningioma, namely 82.25%, especially the type of meningothelial meningioma (38.32%). The largest meningioma size was found in 3-6 cm in diameter, namely 32 patients (30%). The location of meningioma on the surface of the brain (convexity) had a higher percentage in 43 patients (40%) of 107 patients. Conclusion: Meningioma patients at DR. Sardjito is more common in decade 4 with the most sex being woman. The most common type of meningioma is grade 1 with the type of meningothelial meningioma. The largest size is in medium diameter (3-6cm). Locations are more commonly found on the surface of the brain (convexity).
Kata Kunci : Meningioma,histopatologi,tumor jinak,intrakranial,epidemiologi,Yogyakarta