Pola Kuman dari Pasien Bangsal Intensif dan Pola Kepekaannya Terhadap Antibiotik di Rumah Sakit Akademik UGM Yogyakarta pada Tahun 2019-2021
GABRIELLA CHRISTIE P, Prof. dr. Titik Nuryastuti, M.Si., Ph.D, Sp.MK(K); Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK(K); dr. M. Edwin Widyanto D., Ph.D., Sp. MK
2022 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang: Healthcare-associated Infections (HAIs) dan sepsis merupakan masalah penting pada bangsal intensif dengan prevalensi yang tinggi. Hal ini dapat terjadi karena pasien banyak mendapatkan prosedur invasif, memiliki sistem imun yang lemah, serta mengalami hospitalisasi dalam durasi yang lama. Salah satu terapi yang diberikan kepada pasien dengan HAIs adalah antibiotik. Antibiotik harus digunakan secara rasional agar tidak semakin meningkatkan kejadian resistensi antibiotik yang saat ini sudah merupakan ancaman. Oleh karena itu, diperlukan studi mengenai pola kuman yang dijumpai pada bangsal intensif beserta pola kepekaannya terhadap antibiotik. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi panduan pemberian antibiotik empiris pada bangsal intensif. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui pola kuman, pola kepekaan terhadap antibiotik, serta gambaran karakteristik pasien bangsal intensif di Rumah Sakit Akademik UGM Yogyakarta pada tahun 2019-2021. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif yang menggunakan data sekunder berupa rekam medis seluruh pasien pada bangsal intensif yang telah mendapatkan pemeriksaan kultur bakteri dan uji sensitivitas antibiotik di Rumah Sakit Akademik UGM Yogyakarta pada tahun 2019-2021. Hasil: Ditemukan 329 isolat bakteri yang berasal dari 273 pasien. Bakteri Gram negatif lebih dominan ditemukan. Klebsiella pneumoniae, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Enterococcus faecalis merupakan beberapa patogen terbanyak. Patogen tersebut telah mengalami resistensi terhadap sebagian besar antibiotik kategori Access dengan pola yang berbeda-beda. Didapatkan bahwa lansia merupakan kelompok usia terbanyak dengan laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. Infeksi terbanyak adalah infeksi saluran pernafasan. Komorbid kronis terbanyak adalah hipertensi dan diabetes mellitus. Infus merupakan prosedur invasif yang terbanyak diberikan. Kesimpulan: Bakteri Gram negatif merupakan bakteri terbanyak pada bangsal intensif. Beberapa bakteri pada bangsal intensif RSA UGM telah resisten terhadap sebagian besar antibiotik kategori Access. Lansia dan laki-laki merupakan pasien terbanyak pada bangsal intensif.
Background: The high prevalence of Healthcare-associated Infections (HAIs) and sepsis becoming an important challenge in intensive care. Factors contributing to this challenge are invasive procedures, immunocompromise conditions, and the long duration of hospitalization. Patients with HAIs often get antibiotics as empiric therapy. Antibiotics need to be given rationally because antibiotic resistance is already a threatening condition in the world. Therefore, every intensive care needs research about microbial patterns and antibiotic susceptibility patterns. This study is expected to help clinicians in giving empiric antibiotic treatment for intensive care patients. Objectives: This study aimed to determine the microbial pattern, antibiotic susceptibility pattern, and patient characteristics in intensive care Rumah Sakit Akademik UGM Yogyakarta in 2019-2021. Methods: This study is retrospective descriptive research using medical records from all intensive care patients at Rumah Sakit Akademik UGM Yogyakarta in 2019-2021 who underwent microbial pattern and antibiotic susceptibility tests. Results: 329 bacterial isolates are found from 273 patients. Gram-negative bacterias are dominant. Pathogens that are mostly found are Klebsiella pneumoniae, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Enterococcus faecalis. Those pathogens are already resistant to most of the Access antibiotics with different patterns. The elderly are the most common age group with males being more dominant than females. Respiratory infections are the most common infection. Hypertension and diabetes mellitus are the most common chronic comorbidities. IV infusion is the most common invasive procedure. Conclusion: Gram-negative bacterias are the most common pathogen in intensive care. Some of the bacteria are already resistant to most of the Access antibiotics. The elderly and males are the most common patient.
Kata Kunci : pola kuman, kepekaan, antibiotik, bangsal intensif, resisten