Dampak Hand Hygiene terhadap Kulit pada Tenaga Kesehatan yang Bertugas di Bangsal Rawat Inap Dibandingkan dengan yang Bertugas di Poliklinik
A. HUTAMI PRATIWI, dr. Agnes Rosarina Prita Sari, M.Phil ; dr. Yudha Nur Patria, DCH, MMed (Clin Epi), MMS, Ph.D ; dr. Rahmaningsih Mara Sabirin, M.Sc
2023 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLATAR BELAKANG : Salah dua cara untuk melakukan hand hygiene adalah dengan mencuci tangan dengan air dan sabun (WHO,2009) atau menggunakan hand sanitizer (Wuryatmi, Rudijanto & Cahyono, 2016). Namun, penggunaan produk kebersihan tangan yang sering dan berulang memiliki efek negatif pada kulit yang mengarah ke peningkatan insiden perubahan kulit yang merugikan, seperti dermatitis kontak (Kumar et al., 2020; Tupker, 1996). Prevalensi dermatitis tangan yang dilaporkan di antara petugas kesehatan berkisar antara 17% hingga 70% (Milam et al., 2020). Sampai saat ini, belum terdapat penelitian mengenai prevalensi kejadian dermatitis kontak pada tenaga kesehatan di poliklinik. TUJUAN : Untuk menganalisis perbedaan kejadian keluhan kulit pada tenaga kesehatan yang bertugas di poliklinik dan di bangsal rawat inap serta menganalisis perbedaan kejadian keluhan kulit pada tenaga kesehatan yang memiliki frekuensi kontak dengan air dan sabun serta hand sanitizer >10x/hari dan � 10x/hari di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta METODE : Penelitian ini menggunakan rancangan observasional deskriptif dengan metode potong lintang dan menggunakan data primer dari hasil pengisian kuesioner oleh tenaga kesehatan di poliklinik dan bangsal rawat inap RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu simple random sampling. Analisis yang dilakukan meliputi univariat, bivariat dan multivariat menggunakan SPSS HASIL : Tidak terdapat perbedaan kejadian keluhan kulit pada tenaga kesehatan yang bertugas di bangsal rawat inap dan poliklinik ( p = 0,655; OR = 1,284 dan 95% CI = 0,429-3,843), tidak terdapat perbedaan kejadian keluhan kulit pada tenaga kesehatan yang memiliki frekuensi kontak dengan hand sanitizer >10x/hari dan � 10x/hari ( p = 0,498; OR = 0,632 dan 95% CI = 0,168-2,385), tidak terdapat perbedaan kejadian keluhan kulit pada tenaga kesehatan yang memiliki frekuensi kontak dengan air dan sabun >10x/hari dan � 10x/hari ( p = 0,216; OR = 1,964 dan 95% CI = 0,674-5,722) dan terdapat perbedaan kejadian keluhan kulit pada tenaga kesehatan yang berjenis kelamin wanita dan laki-laki ( p = 0,018; OR = 4,138 dan 95% CI = 1,272-13,461). KESIMPULAN : Tidak terdapat perbedaan kejadian keluhan kulit berdasarkan unit kerja, frekuensi kontak dengan air dan sabun serta hand sanitizer. Namun, terdapat perbedaan kejadian keluhan kulit pada tenaga kesehatan yang berjenis kelamin wanita dan laki-laki.
BACKGROUND : One of the two ways to perform hand hygiene is to wash your hands with water and soap (WHO, 2009) or use a hand sanitizer (Wuryatmi, Rudijanto & Cahyono, 2016). However, frequent and repeated use of hand hygiene products has a negative effect on the skin leading to an increased incidence of adverse skin changes, such as contact dermatitis (Kumar et al., 2020; Tupker, 1996). The reported prevalence of hand dermatitis among healthcare workers ranges from 17% to 70% (Milam et al., 2020). Until now, there have been no studies regarding the prevalence of contact dermatitis in health workers at polyclinics. OBJECTIVE : To analyze differences in the incidence of skin complaints in health workers who work in polyclinics and inpatient wards and to analyze differences in the incidence of skin complaints in health workers who have frequent contact with water and soap and hand sanitizer >10x/day and � 10x/day in RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta METHODS : This study used a descriptive observational design with crosssectional methods and used primary data from the results of filling out questionnaires by health workers in polyclinics and inpatient wards of RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta. The sampling technique in this study was simple random sampling. The analysis performed included univariate, bivariate and multivariate using SPSS RESULTS : There was no difference in the incidence of skin complaints among health workers working in inpatient wards and polyclinics (p = 0.655; OR = 1.284 and 95% CI = 0.429-3.843), there was no difference in the incidence of skin complaints among health workers who had frequent contact with their hands sanitizer >10x/day and � 10x/day (p = 0.498; OR = 0.632 and 95% CI = 0.168- 2.385), there was no difference in the incidence of skin complaints among health workers who had frequent contact with water and soap >10x/day and � 10x/day (p = 0.216; OR = 1.964 and 95% CI = 0.674-5.722) and there were differences in the incidence of skin complaints in female and male health workers (p = 0.018; OR = 4.138 and 95% CI = 1.272-13.461). CONCLUSION : There is no difference in the incidence of skin complaints based on the work place, the frequency of contact with water and soap and hand sanitizers. However, there is a difference in the incidence of skin complaints in female and male health workers.
Kata Kunci : Keluhan kulit, Poliklinik, Bangsal rawat inap, Hand sanitizer, Air, Sabun