Laporkan Masalah

Riwayatu Syawqid-Darwisy Karya Hammour Ziada Analisis Orientalisme Edward Said

YULIA PERMATA SARI, Prof. Dr. Faruk, S.U.

2023 | Tesis | MAGISTER SASTRA

Islam dalam sastra yang sering digambarkan sebagai sosok yang terjajah dan yang ditindas, tetapi Riwayatu Syawqid-Darwisy karya sastra Hammour Ziada, Mahdi yang digambarkan kuat, dan berkuasa. Dan Novel ini menceritakan kerinduan masyarakat Sudan akan Mahdi untuk membebaskan mereka dari ketidakadilan yang mereka terima dari kepemimpinan Mesir-Inggris. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkapkan bagaimana Hammour Ziada menggambarkan Sudan dalam Riwayatu Syawqid-Darwisy dan bagaimana faktor dan pengaruh orientalisme dalam penggambaran Sudan. Teori yang akan digunakan untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut yaitu dengan menggunakan teori orientalisme yang disampaikan oleh Edward Said. Edward Said mengatakan bahwa Islam dilambangkan sebagai terror, kebinasaan dan kumpulan orang barbar yang patut dibenci karena Islam merupakan trauma abadi bagi Eropa. Hasil penelitian ini adalah kerinduan yang dinanti masyarakat Sudan bukanlah Mahdi, melainkan kerinduan mereka terhadap orang yang mereka cintai. Orang Sudan harus menerima rasa sakit demi cintanya kepada Barat. Walaupun mereka menerima ketidak adilan terhadap rasa cintanya mereka tetap harus mencintai Barat.

Islam in literature is often depicted as being colonized and oppressed, but Hammour Ziada's Riwayatu Syawqid-Darwisy, the Mahdi, is described as strong and powerful. And this novel tells the longing of the Sudanese people for the Mahdi to free them from the injustice they received from the Egyptian-British leadership. This research was conducted to reveal how Hammour Ziada describes Sudan in Riwayatu Syawqid-Darwisy novel and how the factors and influences of Orientalism in the depiction of Sudan. The theory that will be used to get answers to these questions is by using the theory of orientalism presented by Edward Said. Edward said that Islam is symbolized as terror, destruction and a collection of barbarians who should be hated because Islam is an eternal trauma for Europe. The result of this research is that the longing that the people of Sudan are looking forward to is not the Mahdi, but their longing for their loved ones. Sudanese people have to accept pain for the sake of their love for West. Even though they accept the injustice of their love, they still have to love the West.

Kata Kunci : Sudan, Khartoum, Mahdi, Poskolonial, Orientalisme

  1. S2-2023-434546-abstract.pdf  
  2. S2-2023-434546-bibliography.pdf  
  3. S2-2023-434546-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2023-434546-title.pdf