Laporkan Masalah

MAKNA KOMUNIKASI NONVERBAL PADA TATA PAMER MUSEUM: STUDI KASUS MUSEUM SANGIRAN KLASTER BUKURAN

LAURENSIA DHAMMA V, Dr. Daud Aris Tanudirjo, M. A.

2023 | Skripsi | S1 ARKEOLOGI

Arkeologi perlu menyampaikan hasil kerjanya kepada masyarakat melalui beragam sarana dan cara, di antaranya melalui tata pamer museum. Umumnya penyajian informasi di museum dilakukan dengan komunikasi verbal dan nonverbal. Hingga kini, kajian mengenai komunikasi nonverbal di museum tidak pernah dilakukan di Indonesia. Penelitian ini mencoba untuk melakukan kajian komunikasi nonverbal di Museum Sangiran Klaster Bukuran, dengan dua tujuan utama, yaitu mengenali ragam bentuk komunikasi nonverbal dan makna yang ada di balik bentuk komunikasi tersebut. Penelitian ini menerapkan pendekatan fenomenologis dan semiotika Charles Peirce. Hasilnya menunjukkan bentuk komunikasi nonverbal yang digunakan adalah visual, nonvisual, suasana, koleksi, gerakan, media digital, dan fungsi teknis. Bentuk visual ditemukan dengan frekuensi paling tinggi jauh lebih banyak dari bentuk lainnya, sedangkan bentuk suasana, koleksi, dan gerakan ada dengan frekuensi sedang. Bentuk fungsi teknis diterapkan tidak begitu banyak dan yang digunakan secara terbatas adalah bentuk media digital dan nonvisual. Makna yang termuat dalam bentuk nonverbal amat beragam. Setidaknya makna yang dapat ditangkap dari komunikasi nonverbal di museum ini adalah (a) menampilkan lingkungan purba dalam sajian modern, (b) menghadirkan gambaran alam terbuka dan hutan hujan yang luas namun terasa sempit, (c) menampilkan suasana goa purba dengan perangkat dan sentuhan futuristik, (d) komunikasi nonverbal yang digunakan untuk melengkapi komunikasi verbal dalam menyampaikan teori evolusi, (e) memberi imersi mengenai migrasi Bangsa Austronesia, (f) menonjolkan autentisitas koleksi sekaligus menjaga keterawatannya, dan (f) menyampaikan bahwa proses evolusi makhluk hidup janggal sekaligus indah, dan teori evolusi tersebut terus dikembangkan.

Archaeology needs to convey the results of its work to the public through various means and methods, including through museum exhibitions. Generally, the presentation of information in museums is done by verbal and nonverbal communication. Until now, studies on nonverbal communication in museums have never been conducted in Indonesia. This research attempts to study nonverbal communication in Sangiran Museum Bukuran Cluster, with two main objectives, namely recognizing the various forms of nonverbal communication and the meaning behind these forms of communication. This research applies a phenomenological approach and Charles Peirce's semiotics. The results show that the forms of nonverbal communication used are visual, nonvisual, atmosphere, collection, movement, digital media, and technical functions. Visual forms are found with the highest frequency far more than other forms, while the forms of atmosphere, collection, and movement exist with moderate frequency. The technical function form is applied not so much and the digital media and nonvisual forms are used even less. The meanings contained in nonverbal forms are very diverse. At least the meanings that can be captured from nonverbal communication in this museum are (a) presenting an ancient environment in a modern presentation, (b) presenting a picture of nature and a vast rainforest that feels narrow, (c) presenting an ancient cave atmosphere with futuristic devices and touches, (d) nonverbal communication used to complement verbal communication in conveying the theory of evolution, (e) providing immersion in the migration of the Austronesian People, (f) highlighting the authenticity of the collection while maintaining its maintenance, and (g) conveying that the process of evolution of living things is both odd and beautiful, and the theory of evolution continues to be developed.

Kata Kunci : Sangiran Museum, Bukuran Cluster, nonverbal communication, phenomenology, semiotics of signs

  1. S1-2023-428355-abstract.pdf  
  2. S1-2023-428355-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-428355-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-428355-title.pdf