PERENCANAAN KAWASAN EKOWISATA MANGROVE LAHUNDAPE GUNA MENINGKATKAN EKONOMI LOKAL DI KOTA KENDARI, SULAWESI TENGGARA
Muhammad Abid Arifbillah, Retno Widodo Dwi Pramono, S.T., M.Sc., Ph.D.; Sri Tuntung Padangwati, S.T., MUP., Ph.D.
2022 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAKawasan Mangrove Lahundape merupakan kawasan yang dikenal sebagai rawa dengan vegetasi mangrove yang berfungsi sebagai pencegah abrasi di sisi timur Teluk Kendari, Kota Kendari. Kawasan Mangrove Lahundape diarahkan untuk menjadi kawasan lindung bersyarat yakni dijadikan kawasan dengan aktivitas lainnya guna meningkatkan ekonomi lokal di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Hal tersebut menjadikan Kawasan Mangrove Lahundape menajdi salah satu sasaran tempat berwisata, pengembangan perdagangan, dan jasa yang strategis. Namun, perkembangan, potensi, dan rencana pembangunan tersebut tidak diiringi dengan keselarasan dengan kapasitas, kapabilitas kawasan, hingga ancaman hilangnya sisi lingkungan dan pengelolaan yang optimal di dalam kawasan. Perencanaan Kawasan Ekowisata Mangrove Lahundape dilakukan untuk meningkatkan ekonomi lokal di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Perencanaan Kawasan Ekowisata Mangrove Lahundape menggunakan metode deduktif kualitatif yaitu membandingkan antara kondisi eksisting yang ada di lapangan dengan acuan perencanaan yang digunakan. Terdapat tiga alternatif pengembangan yang dikembangan menggunakan Metode Bubble Diagram dan perencanaan yang dilakukan menggunakan metode Analytic Hiearchical Process dalam proses pemilihan rencana. Metode Cost-Benefit Analysis digunakan dalam menyusun skema pembiayaan pembangunan kawasan. Secara umum, perencanaan terdiri dari penataan jaringan. Keluaran dari perencanaan yang dilakukan adalah master plan, desain rinci kawasan terkait elemen garis, warna, dan bentuk, sirkulasi, zona penerimaan, zona pelayanan, dan zona ekowisata, skema kerjasama, skema pentahapan, dan skema pembiayaan pembangunan Kawasan Ekowisata Mangrove Lahundape.
The Lahundape Mangrove area is an area known as a swamp with mangrove vegetation that functions as a prevention of abrasion on the east side of Kendari Bay, Kendari City. The Lahundape Mangrove area is directed to become a conditional protected area, which is to be used as an area with other activities to improve the local economy in Kendari City, Southeast Sulawesi. This makes the Lahundape Mangrove Area a strategic destination for tourism, trade and service development. However, these developments, potentials and development plans are not accompanied by alignment with the capacity, capability of the area, to the threat of loss of the environment and optimal management in the area. Planning for the Lahundape Mangrove Ecotourism Area was carried out to improve the local economy in Kendari City, Southeast Sulawesi. Planning for the Lahundape Mangrove Ecotourism Area uses a qualitative deductive method, which is to compare the existing conditions in the field with the planning reference used. There are three alternative developments that were developed using the Bubble Diagram method and planning was carried out using the Analytic Hierarchical Process method in the plan selection process. The Cost-Benefit Analysis method is used in preparing the regional development financing scheme. In general, planning consists of structuring the network. The outputs of the planning carried out are the master plan, detailed area design related to line, color, and shape elements, circulation, reception zone, service zone, and ecotourism zone, cooperation scheme, phasing scheme, and financing scheme for the development of the Lahundape Mangrove Ecotourism Area.
Kata Kunci : Ekowisata, Kendari, Lahundape, Mangrove, Ekonomi Lokal