Laporkan Masalah

Efektivitas pendidikan kesehatan dengan audiovisual dibandingkan dengan ceramah terhadap peningkatan pengetahuan pria tentang HIV/AIDS di Kabupaten Bantul

EZALINA, Prof.dr. Mohammad Hakimi, SpOG.,PhD

2003 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang. HIV/AIDS tidak lagi berada pada kelompok yang perilakunya berisiko tinggi, tapi sudah beredar pada kelompok sekunder, yaitu keluarga. Angka kejadian HIV/AIDS 47 persen terjadi pada wanita, hal ini perlu diantisipasi yaitu dengan melibatkan pria dalam kesehatan reproduksi melalui pendidikan kesehatan. Pria memiliki peran yang sangat penting dan sangat dominan dalam mengambil keputusan yang krusial terhadap kesehatan reproduksi wanita. Bentuk metode pendidikan yang dapat mendukung efektivitas peningkatan kemampuan dalam menyebarkan pengetahuan tentang HIV/AIDS perlu diidentifikasi. Tujuan. Untuk mengetahui perbedaan pengetahuan pria tentang HIV/AIDS setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode audiovisual dan ceramah. Metode. Jenis penelitian adalah Quasi experimental dengan rancangan pretest-postest control group design. Sampel dikelompokkan menjadi 2, yaitu kelompok audiovisual dan kelompok ceramah. Jumlah sampel 70 orang yaitu pria yang berusia 15 sampai 45 tahun. Sampel dipilih melalui purposive sampling atas dasar karakteristik responden. Analisis yang digunakan untuk mengukur perbedaan perlakuan adalah uji-t, dan untuk mengetahui hubungan antara variabel terkendali dengan variabel bebas digunakan analisis regresi berganda program SPSS versi 10 dengan taraf signifikansi 5 persen Hasil. peningkatan nilai pengetahuan pria tentang HIV/AIDS antara kelompok audiovisual dan kelompok ceramah menunjukkan adanya kemaknaan secara statistik, namun tidak bermakna secara praktis. Metode yang diberikan dan pendidikan memiliki korelasi positif yang bermakna terhadap peningkatan nilai pengetahuan. Kesimpulan: Antara metode audiovisual dan metode ceramah tidak ada perbedaan, sehingga untuk kedua kelompok tetap terjadi peningkatan nilai pengetahuan.

Background. HIV/AIDS exists not only in high-risk groups of people, but it also spreads in a secondary group, that is within families. As much as 47% of HIV/AIDS prevalence are female, which should be anticipated by involving male in keeping healthy reproductive through health education programme. Male have an important and dominant role in decision making on female reproductive health. The methods to improve the effectiveness of HIV/AIDS educational program should be identified. Purpose. To explore the differences of males’ understanding on HIV/AIDS before and after attending health education programme using audiovisual and lecture methods. Methods. This study was Quasi experimental with pretest-posttest control group design. The samples of 70 males of 15 to 45 years of age were divided into 2 groups, audiovisual and lecture. They were chosen using purposive sampling based on respondents’ characteristics. The differences were analyzed using t-test, and multiple regression with SPSS version 10 to figure out the relationship between dependent variables and independent variables with significance level of 5%. Results. This study showed that the score of males’ understanding on HIV/AIDS was improved and showed significant differences statistically but not practically. Education level and method had positive correlation with males’ understanding. Conclusions. Between the audiovisual method and the lecture method there was no difference, both the two groups increased in the score of males’ understanding.

Kata Kunci : Kesehatan,Pengetahuan HIV/AIDS,Pendidikan Kesehatan,Audiovisual dan Ceramah, HIV/AIDS, audiovisual method, lecture method, knowledge


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.