Laporkan Masalah

Perencanaan obat oleh tim perencana obat terpadu dan non terpadu di Propinsi SUlawesi Selatan

ABDU U., M, dr. Sunartono, M.Kes

2003 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Dalam pelaksanaan desentralisasi pengelolaan pelayanan kesehatan termasuk ipengelolaan obat menjadi tanggung jawab kabupaten/kota. Pengelolaan obat meliputi perencanaan, pengadaan, pendistribusian dan penggunaan, namun yang paling menarlk dikaji adalah perencanaan karena secara koheren dapat mempengaruhi fungsi pengelolaan obat berikutnya, juga banyak yang berkepentingan dalam proses perencanaan tersebut, sehingga perencanaan obat perlu dilaksanakan secara terpadu, untuk menghindari pemborosan anggaran dan menyatukan persepsi dari semua yang berkepentiingan. Perencanaan obat di Propinsi Sulawesi Selatan sebagian kabupaten/kota dilaksanakan secara terpadu dan yang lainnya dilaksanakan secara non terpadu, sehingga menarik dilakukan penelitian untuk melihat sejauh mana efisiensi hasil perencanaan antara perencana obat terpadu dan non terpadu. i Metode Penelitian :Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experimental^ the matching only posttest only control group design, matching dilakukan dengan cara mencari kesepadanan antara kelompok kabupaten yang merencanakan obatnya secara terpadu dan nlon terpadu berdasarkan kekuatan input masing-masing kelompok, kemudian dianalisis dengan statistik uji t untuk mengambil kesimpulan. Hasil Penelitian :19 kabupaten/kota yang diobservasi dari 25 kabupaten/kota di Propinsi Sulawesi Selatan, setelah matching didapatkan 7 pasangan antara kelompok kabupaten/kota yang merencanakan obat secara terpadu dan non terpadu. Hasil perhitungan rata-rata persentase dana, ketepatan perencanaan dan penyimpangan perencanaan memperlihatkan kecenderungan bahwa kelompok kabupaten yang merencanakan obat secara terpadu lebih baik dibanding non terpadu, namun secara statistik kedua kelompok tersebut tidak mempunyai perbedaan yang bermakna. Kesimpulan: Hasil perencanaan obat antara kelompok kabupaten/kota yang merencanakan obat secara terpadu dengan non terpadu di Propinsi Sulawesi Selatan tidak berbeda.

Kata Kunci : Manajemen Kebijakan Obat,Perencanaan Obat,Tim Perencana

  1. S2-PAS-2003-M_AbduU-abstract.pdf  
  2. S2-PAS-2003-M_AbduU-bibliography.pdf  
  3. S2-PAS-2003-M_AbduU-tableofcontent.pdf  
  4. S2-PAS-2003-M_AbduU-title.pdf