Dampak Kepemilikan Tanah oleh Perempuan terhadap Pendidikan Anak
DHEPITA SETO A, Eny Sulistyaningrum, S.E., M.A., Ph.D.
2022 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMIPerempuan di banyak negara berkembang telah lama menghadapi diskriminasi gender, misalnya ketimpangan penguasaan tanah. Kepemilikan aset seperti tanah dapat bertindak sebagai sumber pemberdayaan dengan meningkatkan keamaan dan pengaruh perempuan serta meningkatkan kontrol mereka atas keputusan rumah tangga. Akan tetapi, literatur terkait hubungan antara kepemilikan tanah oleh perempuan terhadap pemberdayaaan perempuan masih sedikit di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan investigasi empiris mengenai dampak dari kepemilikan tanah/rumah oleh perempuan terhadap pemberdayaan perempuan dan apakah pemberdayaan tersebut berhubungan terhadap pendidikan anak yang diukur dengan lama tahun sekolah. Penelitian ini menggunakan data dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) gelombang 4 dan 5. Terdapat dua metode yang akan digunakan yaitu binary logistic regression dan OLS (ordinary east squares) dengan dua variabel dependen utama pemberdayaan perempuan dan pendidikan anak. Secara umum, penelitian ini menemukan bahwa kepemilikan tanah/rumah oleh perempuan secara individu berasosiasi terhadap pemberdayaan perempuan yang diproksikan dengan pengambilan keputusan dalam rumah tangga. Kemudian pemberdayaan perempuan yang diperoleh akibat dari kepemilikan tanah/rumah oleh perempuan secara individu tidak memiliki hubungan terhadap pendidikan anak.
Women in many developing countries have long faced gender discrimination, such as land tenure inequality. Land tenure can provide empowerment by increasing women's security and influence and increasing their control over household decisions. However, there is little literature on the relationship between land ownership by women and women's empowerment in Indonesia. This study conducted an empirical investigation of the impact of women's land ownership on women's empowerment and whether this empowerment is related to children's education as measured by years of schooling. This study used data from the Indonesian Family Life Survey (IFLS) waves 4 and 5. Two methods will be used, namely binary logistic regression and OLS (ordinary least squares), with the two main dependent variables being women's empowerment and child education. In general, this study found that land ownership by individual women is associated with women's empowerment which is proxied by decision-making in the household. Then the empowerment of women obtained as a result of land ownership by women individually has no relationshp to child's education.
Kata Kunci : pemberdayaan perempuan, pendidikan anak, pengambilan keputusan, lama tahun sekolah anak, logistic regression.