Hubungan penyakit malaria pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di daerah endemik malaria Kabupaten Purworejo
RUDONO, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, MPH.,PhD.,SpOG
2003 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang; Penyakit malaria merupakan salah satu penyakit infeksi yang dapat menyebabkan bayi berat lahir rendah. Angka insidensi bayi berat lahir rendah menunjukkan 4,14 persen bayi dengan berat lahir rendah dilahirkan oleh ibu yang berisiko terinfeksi malaria di daerah endemik malaria, lebih tinggi dari angka insidensi Kabupaten Purworejo yaitu 3,62 persen pada tahun 1999. Tujuan; Penelitian ini untuk mengetahui hubungan penyakit malaria pada ibu hamil dengan kejadian bayi berat lahir rendah di daerah endemik malaria. Metode: Penelitian non eksperimental dengan rancangan case-control, sebagai kasus 36 bayi dengan berat lahir rendah dan sebagai kontrol 36 bayi dengan berat badan lahir cukup (BBLC). Variabel independent adalah penyakit malaria pada ibu hamil dan variabel dependent kejadian bayi berat lahir rendah. Variabel luar sebagai kontrol adalah umur ibu, kunjungan antenatal care, jarak kehamilan, konsumsi Fe, pengobatan dan anemia. Penelitian ini diuji menggunakan analisis multivariable dengan regresi logistik. Hasil; Ibu yang menderita penyakit malaria pada trimester I selama kehamilan meningkatkan kejadian BBLR 5,9 kali lebih tinggi p=0,05 (95% CI=1,02-34,11) dibandingkan ibu yang tidak menderita penyakit malaria selama kehamilan, trimester n meningkatkan kejadian BBLR 6,2 kali lebih tinggi p=0,03 (95% CI=1,18-32,85) dibandingkan ibu yang tidak menderita penyakit malaria selama kehamilan. Penyakit malaria pada trimester m tidak mempunyai hubrmgan yang bermakna dengan BBLR dengan nilai p>0,05 (OR=3,5; 95% CI=0,58- 21,09). Dibandingkan trimester I ibu hamil yang menderita penyakit malaria pada trimester n meningkatkan kejadian BBLR 1,05 kali lebih tinggi. Dibandingkan trimester in ibu hamil yang menderita penyakit malaria pada trimester n meningkatkan kejadian BBLR 1,77 kali lebih tinggi. Ibu yang menderita penyakit malaria dongdnPlasmodium falcipanim selama kehamilan meningkatkan kejadian BBLR 6,2 kali lebih tinggi p=0,01 (95% CI=l,49-25,44) dibandingkan ibu yang tidak menderita penyakit malaria selama kehamilan, Plasmodiim vivax selama kehamilan meningkatkan kejadian BBLR 5,6 kali lebih tinggi p=0,04 (95% CI=1,09-28,72) dibandingkan ibu yang tidak menderita penyakit malaria selama hamil. Dibandingkan Plasmoditmt vivax, Plasmodinm falciparum selama kehamilan meningkatkan kejadian BBLR 1,11 kali lebih tinggi. Variabel kontrol yang memiliki hubungan dengan kejadian BBLR adalah kunjungan antenatal care, pengobatan dan anemia. Kesimpulan; Ibu yang menderita penyakit malaria selama kehamilan meningkatkan kejadian bayi berat lahir rendah. Ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal care kurang dari 4 kali, tidak pemah mendapatkan pengobatan antimalaria dan anemia turut meningkatkan kejadian bayi berat lahir rendah.
Background: Malaria infection of pregnant mothers is one of cause of low birth weight (LBW). Low birth weight incidence rate showed 4,14 percent LBW delivered from women in malaria endemic area, higher from incidence rate Purworejo regency was 3,62 percent in1999. Objective: This study was aimed at finding out relationship between malaria infections of pregnant mothers with LBW. Methods: This was a non-experimental study using a case-control design. The cases were thirty-six LBW infants and the controls were thirty-six normal birth weight (NBW) infants. The independent variables were malaria infection of pregnant mothers while the dependent variables were LBW. As The control variables were mother age, parity, antenatal care, pregnancy interval, Fe supplementation, treatment and anaemia. The objective of the study was tested using a multivariate analysis with logistic regression. Results: Malaria infection of pregnant mothers at first trimester increased LBW higher 5,9 times p=0,05 (95% CI=1,02-34,11) than pregnant mothers who have not malaria infection, at second trimester increased LBW higher 6,2-times p=0,04 (95% CI=1,18- 32,85) than pregnant mothers who have not malaria infection. Malaria infection of pregnant mothers at third trimester have not significance relationship with LBW p>0,05 (OR=3,5; 95% CI= 0,58-21,09). Compared first trimester, malaria infection of pregnant mothers second trimester increased LBW higher 1,05 times. Compared third trimester malaria infection of pregnant mothers second trimester increased LBW higher 1,77 times. Malaria infection of pregnant mothers with Plasmodium falciparum increased LBW incidence higher 6,2 times p=0,01 (95% CI=l,49-25,44) than pregnant mothers who have not malaria infection, Plasmodium vivax increased LBW higher 5,6 times p=0,04 (95% CI-1,09-28,72) than pregnant mothers who have not malaria infection. Compared Plasmodium vivax, Plasmodium falciparum along time pregnancy increased LBW higher 1,11 times. The control variables having relationship witii increased low birth weight were antenatal care, treatment and anaemia. Conclusions: Malaria infection of pregnant mothers as an important risk factor of LBW incidence. Pregnant mothers does antenatal care visited less than four times, had never treated and anaemia also have association with low birth weight incidence.
Kata Kunci : Kesehatan Anak,BBLR,Penyakit Malaria