Hubungan Pengetahuan Bahaya Merokok dan Sikap Merokok pada Remaja di Urban Kabupaten Gunungkidul pada Masa Pandemi Covid-19
NADIA SAFA UTAMI, Purwanta S.Kp., M.Kes., Ami Novianti S, S.Kep.,Ns.,M.Kep.
2023 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Pada kondisi pandemi Covid-19, kebiasaan merokok meningkatkan risiko dan kerentanan terjangkit Covid-19. (Kemenkes, 2020) Kabupaten Gunungkidul, sebagai salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, menyumbang proporsi merokok tertinggi seDaerah Istimewa Yogyakarta untuk kategori penduduk yang berusia >=10 tahun merokok setiap hari yaitu 22,98%. (Riskesdas, 2018). Sikap dan keyakinan, serta tanggapan seseorang tentang merokok juga mempengaruhi seseorang untuk berhenti merokok secara signifikan (Bafunno et al., 2020). Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan bahaya merokok dengan sikap merokok remaja di urban Kabupaten Gunungkidul pada masa pandemi Covid-19. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian menggunakan random sampling dengan sampel 209 siswa dari 10 SMA di urban Kabupaten Gunungkidul. Analisis data menggunakan univariat untuk mengetahui karakteristik, tingkat pengetahuan, dan sikap. Analisis data menggunakan bivariat untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan dengan sikap. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2022. Hasil: Berdasarkan nilai total, sebanyak 140 responden (67%) tergolong memiliki tingkat pengetahuan baik dan 126 responden (60,3%) tergolong ke dalam kategori sikap negatif. Hasil uji chi-square didapatkan nilai p=0,897 (p>0,05), sehingga tidak terdapat hubungan antara pengetahuan terkait bahaya merokok dengan sikap merokok remaja di urban Kabupaten Gunungkidul. Kesimpulan: Sebagian besar remaja memiliki pengetahuan yang baik terkait bahaya merokok dah sikap negatif terkait merokok, serta tidak terdapat hubungan antara pengetahuan terkait bahaya merokok dengan sikap merokok remaja di urban Kabupaten Gunungkidul.
Background: During the Covid-19 pandemic, smoking habits increase the risk and vulnerability of contracting Covid-19. (Kemenkes, 2020) Gunungkidul Regency, as one of the regencies in the Special Region of Yogyakarta, accounts for the highest proportion of smoking in the Special Region of Yogyakarta for the category of population aged >=10 years smoking every day, namely 22.98%. (Riskesdas, 2018). Attitudes and beliefs, as well as one's responses about smoking also significantly influence someone to stop smoking (Bafunno et al., 2020). Objective: Knowing the relationship between knowledge of the dangers of smoking and smoking attitudes among teenagers in urban Gunungkidul Regency during the Covid-19 pandemic. Method: This study used a cross sectional design. The study used random sampling involved 209 students from 10 high schools in Gunungkidul Regency. Univariate data analysis used to determine the characteristics, level of knowledge, and attitudes. Bivariate analysis used to determine the relationship between knowledge and attitude. This study conducted from October to December 2022. Results: Based on the total score, 140 respondents (67%) were classified as having a good level of knowledge and 126 respondents (60.3%) belonged to the negative attitude category. The chi-square test resulted the value of p = 0.897 (p> 0.05), so there is no relationship between knowledge related to the dangers of smoking and smoking attitudes among teenagers in urban Gunungkidul Regency. Conclusion: Most adolescents have good knowledge regarding the dangers of smoking and negative attitudes related to smoking, and there is no relationship between knowledge of the dangers of smoking and smoking attitudes among teenagers in the urban Gunungkidul Regency.
Kata Kunci : rokok, pengetahuan, sikap, remaja, urban, pandemi Covid-19