Perbedaan Self Efficacy Dalam Manajemen Hipertensi Di Perdesaan dan Perkotaan
FAHMI HIDAYATI, Dr. Heny Suseani Pangastuti, S.Kp., M.Kes; Ema Madyaningrum, S.Kep., NS., M.Kes., Ph.D
2023 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang : Hipertensi merupakan penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi seperti gagal ginjal, stroke, dan jantung. Penderita hipertensi perlu memiliki self efficacy, yakni keyakinan diri dalam melakukan terapi hipertensi. Self efficacy dalam manajemen hipertensi di perdesaan juga cenderung kurang daripada di perkotaan. Di perdesaan dan di perkotaan memiliki karakteristik yang berbeda . Self efficacy dalam melakukan manajemen hipertensi di perdesaan dan perkotaan perlu diteliti karena untuk meningkatkan keberhasilan mengontrol tekanan darah. Tujuan Penelitian : Untuk mengidentifikasi perbedaan self efficacy pada penderita hipertensi dalam pengelolaan terapi farmakologi dan non farmakologi di perdesaan dan perkotaan provinsi Yogyakarta Metode : Penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan pada penderita hipertensi di Puskesmas Nanggulan dan Puskesmas Tegalrejo. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Jumlah responden di Perdesaan 93 orang dan di Perkotaan 93 orang.Pengumpuan data dilakukan dengan kuesioner High Blood Pressure Self Care Profile (HBP-SCP). Data dianalisis dengan menggunakan uji independent t-test Hasil : Rerata self efficacy penderita hipertensi di perdesaan yaitu 57,5%. Rerata self efficacy penderita hipertensi di perkotaan 61,9%. Terdapat perbedaan yang bermakna dengan nilai P=0,001 Kesimpulan : Terdapat perbedaan signifikan self efficacy responden di perdesaan dan di perkotaaan
Latar Belakang : Hipertensi merupakan penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi seperti gagal ginjal, stroke, dan jantung. Penderita hipertensi perlu memiliki self efficacy, yakni keyakinan diri dalam melakukan terapi hipertensi. Self efficacy dalam manajemen hipertensi di perdesaan juga cenderung kurang daripada di perkotaan. Di perdesaan dan di perkotaan memiliki karakteristik yang berbeda . Self efficacy dalam melakukan manajemen hipertensi di perdesaan dan perkotaan perlu diteliti karena untuk meningkatkan keberhasilan mengontrol tekanan darah. Tujuan Penelitian : Untuk mengidentifikasi perbedaan self efficacy pada penderita hipertensi dalam pengelolaan terapi farmakologi dan non farmakologi di perdesaan dan perkotaan provinsi Yogyakarta Metode : Penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan pada penderita hipertensi di Puskesmas Nanggulan dan Puskesmas Tegalrejo. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Jumlah responden di Perdesaan 93 orang dan di Perkotaan 93 orang.Pengumpuan data dilakukan dengan kuesioner High Blood Pressure Self Care Profile (HBP-SCP). Data dianalisis dengan menggunakan uji independent t-test Hasil : Rerata self efficacy penderita hipertensi di perdesaan yaitu 57,5%. Rerata self efficacy penderita hipertensi di perkotaan 61,9%. Terdapat perbedaan yang bermakna dengan nilai P=0,001 Kesimpulan : Terdapat perbedaan signifikan self efficacy responden di perdesaan dan di perkotaaan
Kata Kunci : hipertensi, perdesaan, perkotaan, self efficacy/hypertension, rural, self efficacy, urban