Laporkan Masalah

KARAKTERISTIK SIFAT TANAH PERMUKAAN PADA BERBAGAI TIPE PENGGUNAAN DAN KEMIRINGAN LAHAN DI GAMPING, SLEMAN

FERIAN SYACHRUL R, Ir. Suci Handayani, M.P; Dr. Makruf Nurudin, S.P., M.P.

2023 | Skripsi | S1 ILMU TANAH

Karakterisasi sifat tanah permukaan pada berbagai tipe penggunaan lahan dan kemiringan lereng didasari oleh pertumbuhan penduduk yang sejalan dengan meningkatnya kebutuhan papan dan pangan sehingga terjadi alih fungsi dari lahan pertanian ke lahan non-pertanian di Kecamatan Gamping. Penelitian menggunakan variabel penggunaan lahan, kelas kemiringan lereng dan bahan induk tanah sehingga menggunakan metode systematic sampling berdasarkan proporsional total luasan satuan lahan. Pengolahan data dilakukan dengan uji anova nested dan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan pemukiman dan bangunan (sangat datar, sangat landai, landai) non teras sedangkan lahan pemukiman dan bangunan (agak curam, curam) berteras; sawah (lereng sangat datar, sangat landai) non teras dan pola tanam bergilir; lahan tegalan (sangat datar, sangat landai) non teras serta tegalan (landai) berteras dan pola tanam monokultur; serta lahan kebun campur (sangat datar, sangat landai) non teras serta kebun campur (landai, agak curam, curam) berteras dengan pola tanam campuran. Karakteristik tanah menunjukkan tesktur tanah wilayah bahan induk batu gamping didominasi oleh fraksi lempungan dan dominasi pasiran pada wilayah bahan induk abu vulkanik. Lahan sawah memiliki kemantapan agregat yang lebih mantap dibandingkan dengan lahan tegalan dan kebun campur. Sawah, tegalan, dan kebun campur memiliki berat volume ideal untuk di pertumbuhan akar tanaman. Pada wilayah bahan induk batu gampingan memberikan dampak positif terhadap pH tanah yang cenderung alkalis, kadar C-organik sangat tinggi, dan kapasitas pertukaran kation dalam tanah yang sangat tinggi. Sedangkan pada wilayah bahan induk abu vulkanik memberikan dampak positif terhadap tingkat kejenuhan basa yang tinggi dalam tanah.

Characterization of surface soil properties on various types of land use and slope gradient is based on population growth which is in line with the increasing demand for shelter and food resulting in a conversion from agricultural land to non-agricultural land in Gamping District. The research uses land use variables, slope class and parent soil material so that it uses a systematic sampling method based on the proportional total area of the land unit. Data processing was carried out using nested ANOVA tests and DMRT. The results showed that residential land and buildings (very flat, very sloping, sloping) are non terraced while residential land and buildings (slightly steep, steep) are terraced; paddy fields (very flat, very sloping slopes) non terraces and rotational cropping patterns; moor land (very flat, very sloping) non-terrace as well as mooring (sloping) terraced and monoculture cropping pattern; as well as non terraced mixed gardens (very flat, very sloping) and terraced mixed gardens (sloping, rather steep, steep) with a mixed cropping pattern. The characteristics of the soil show that the soil texture of the limestone parent material area is dominated by the clay fraction and the dominance of sandstone in the volcanic ash parent material area. Paddy fields have a more stable aggregate stability than dry fields and mixed gardens. Paddy fields, dry fields, and mixed gardens have an ideal volume weight for the growth of plant roots. In the area of limestone parent material has a positive impact on soil pH which tends to be alkaline, very high C-organic content, and very high cation exchange capacity in the soil. Whereas in the area of volcanic ash parent material has a positive impact on high base saturation levels in the soil.

Kata Kunci : Penggunaan Lahan, Kemiringan Lereng, Sifat Fisik Tanah, Sifat Kimia Tanah.

  1. S1-2023-430466-abstract.pdf  
  2. S1-2023-430466-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-430466-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-430466-title.pdf