Perubahan Konfigurasi Ruang Sebagai Wujud Adaptasi Hunian di Permukiman Pusat Kota Yogyakarta, Studi Kasus: Kelurahan Sosromenduran
JARWA PRASETYA SIH H, Dr. Ir. Arif Kusumawanto, M.T., IAI.,IPU; Prof. Ir. Atyanto Dharoko, M.Phil., Ph.D.
2023 | Disertasi | DOKTOR ARSITEKTURPenelitian Disertasi berjudul "Perubahan Konfigurasi Ruang Sebagai Wujud Adaptasi Hunian di Permukiman Pusat Kota Yogyakarta, Studi Kasus Kelurahan Sosromenduran, Yogyakarta" ini meneliti perubahan konfigurasi ruang sebagai wujud adaptasi hunian di permukiman pusat Kota Yogyakarta sebagai akibat dinamika perubahan sosial, ekonomi dan kebijakan, studi kasus Kelurahan Sosromenduran, Yogyakarta tahun 1980-2020. Dinamika perubahan sosial, ekonomi dan kebijakan terjadi seiring dengan perkembangan kehidupan masyarakat khususnya di permukiman pusat kota. Penelitian ini berfokus pada adaptasi bangunan sebagai akibat dinamika perubahan sosial, ekonomi dan kebijakan sebagai konteks penelitian ini. Tujuan umum penelitian ini adalah menemukan konsep/ teori perubahan konfigurasi ruang sebagai wujud adaptasi hunian di permukiman Pusat Kota Yogyakarta sebagai akibat dinamika perubahan sosial, ekonomi dan kebijakan, studi kasus Kelurahan Sosromenduran, Yogyakarta tahun 1980-2020. Penelitian ini menggunakan paradigma rasionalistik dengan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan strategi penelitian studi kasus terpancang (Embedded Case Study) dalam satu lokasi. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus instrumental dimana kasus yang dipilih menggambarkan isu yang diangkat mengenai adaptasi bangunan hunian di permukiman perkotaan. Populasi penelitian ini adalah seluruh hunian yang melakukan adaptasi banginan di kelurahan Sosromenduran, Yogyakarta. Metode pengumpulan data primer arsitektur hunian dilakukan dengan observasi langsung, wawancara dan dokumentasi dengan dilakukan berbasis kunjungan hunian di lokasi penelitian. Temuan dari penelitian ini: 1) Proses perubahan konfigurasi ruang sebagai wujud adaptasi hunian di Permukiman Pusat Kota Yogyakarta dilakukan dengan menata ulang konfigurasi ruang hunian yang dimiliki tanpa menambah luasan lantai bangunan maupun dengan menambah luasan lantai bangunan secara horisontal maupun vertikal; sedangkan hasil adaptasi hunian yaitu berwujud 3(tiga) tipologi fungsi bangunan hasil adaptasi bangunan yaitu Hunian dengan tambahan fungsi usaha Hotel/ Penginapan/Losmen/ Homestay, Hunian dengan tambahan fungsi usaha pondokan/ Kost-an, Hunian dan usaha pendukung hotel dan homestay; 2) Perubahan tipologi konfigurasi ruang hunian yang ditemukan yaitu pada periode tahun 1980-2000 terdapat 5(lima) tipe konfigurasi hunian dan berubah pada periode tahun 2000-2020 terdapat masing-masing 10 (sepuluh) tipe untuk hunian dengan tambahan fungsi usaha Hotel/ Penginapan/Losmen/ Homestay, 7 (tujuh) tipe hunian dengan tambahan fungsi usaha pondokan/ Kost-an dan 14 (empat belas) tipe hunian dengan usaha pendukung hotel dan homestay; 3) Faktor yang mempengaruhi wujud perubahan tipologi konfigurasi ruang sebagai wujud adaptasi hunian di permukiman Pusat Kota Yogyakarta, terdiri dari faktor internal dan eksternal; 4) Nilai fungsional merupakan nilai yang diimplementasikan dalam perubahan tipologi konfigurasi ruang sebagai wujud adaptasi hunian dari tahun 1980 sampai dengan tahun 2020. Ditemukan tidak adanya pengaruh nilai budaya dalam proses perubahan konfigurasi ruang yang terjadi sebagai wujud adaptasi hunian di kawasan ini; 5) Konsep perubahan konfigurasi ruang sebagai wujud adaptasi hunian di permukiman Pusat Kota Yogyakarta, dengan studi kasus Kelurahan Sosromenduran berupa konsep Ekspansibilitas dan konsep Versatilitas. Temuan penelitian ini menjadi kontribusi teoretik melengkapi teori Individual Adaptation to Environmental Change yang disampaikan oleh Berry John (1980) khususnya terkait adaptasi bangunan hunian di permukiman pusat kota, yang dapat menjadi rujukan dalam mengembangkan permukiman perkotaan khususnya di Kota Yogyakarta.
The dissertation research entitled "Changes in Spatial Configuration as a Form of Residential Adaptation in Central Settlements of the City of Yogyakarta, Case Study of Sosromenduran Village, Yogyakarta" examines changes in a spatial configuration as a form of adaptation to housing in central settlements of the City of Yogyakarta as a result of the dynamics of social, economic and policy change, case studies Sosromenduran Village, Yogyakarta in 1980-2020. The dynamics of social, economic, and policy change occur in line with developments in people's lives, especially in downtown settlements. This research focuses on building adaptation due to the dynamics of social, economic, and policy change in the context of this research. The general aim of this research is to find the concept/ theory of spatial configuration changes as a form of residential adaptation in settlements in the Central City of Yogyakarta as a result of the dynamics of social, economic, and policy change, a case study of Sosromenduran Village, Yogyakarta in 1980-2020. This study uses a rationalistic paradigm with a qualitative research approach. This study uses an embedded case study strategy in one location and an instrumental case study research in which the selected cases illustrate the issues raised regarding adapting residential buildings in urban settlements. The population of this research is all the houses that adapt the buildings in the Sosromenduran sub-district, Yogyakarta. Direct observation, interviews, and documentation collect primary data on residential architecture by conducting residential visits at the research location. The findings of this study: 1) The process of changing the spatial configuration as a form of residential adaptation in the Central Settlements of the City of Yogyakarta is carried out by rearranging the configuration of the residential spaces owned without increasing the floor area of the building or by increasing the floor area of the building horizontally or vertically; while the residential adaptation result is in the form of 3 (three) typologies of building functions as a result of building adaptation, namely housing with additional business functions of hotels/inns/homestays, housing with additional functions of boarding businesses, housing and hotel and homestay supporting businesses; 2) Changes in the typology of residential space configurations found were that in the 1980-2000 period there were 5 (five) types of residential configurations and changed in the 2000-2020 period there were 10 (ten) types of housing with additional business functions for Hotels/Inns/Inns / Homestay, 7 (seven) types of housing with additional lodging/boarding business functions and 14 (fourteen) types of housing with hotel and homestay supporting businesses; 3) Factors/reasons that influence the change in typology of spatial configuration as a form of residential adaptation in settlements in Central Yogyakarta City, consisting of internal and external factors; 4) Functional value is the value that is implemented in changes in spatial configuration as a form of residential adaptation from 1980 to 2020. It was found that there was no influence of cultural values in the process of changing spatial configuration that occurred as a form of adaptation to housing in this area.; 5) The concept of changing spatial configuration as a form of residential adaptation in the settlements of Central Yogyakarta City, with the case study of the Sosromenduran Village in the form of the Expansibility concept and the Versatility concept. The findings of this study are a theoretical contribution to complement the theory of Individual Adaptation to Environmental Change presented by Berry John (1980), especially regarding the adaptation of residential buildings in downtown settlements, which can be a reference in developing urban settlements, especially in the city of Yogyakarta.
Kata Kunci : Perubahan, Konfigurasi Ruang, Adaptasi Hunian, Permukiman Pusat Kota, Yogyakarta.