Laporkan Masalah

Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum Kabupaten/Kota, dan Tingkat Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan Serta Pemetaan Kemiskinan di Provinsi Jawa Timur Tahun 2017-2021

SAFFANA AJENG H, Laksmi Yustika Devi, S.P., M.Si., Ph.D.

2023 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN

Jumlah penduduk miskin yang sangat tinggi di Provinsi Jawa Timur menunjukkan bahwa masih banyak penduduk yang memiliki kehidupan jauh dari sejahtera. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi banyaknya kemiskinan yang terjadi di Jawa Timur, maka diperlukan sebuah analisis terhadap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kemiskinan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh pertumbuhan ekonomi, Upah Minimum Kabupaten/Kota, dan tingkat pengangguran terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Timur tahun 2017-2021 serta mengetahui bagaimana pemetaan tingkat kemiskinan setiap kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif berupa data panel yaitu gabungan antara cross section (38 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur) dan time series (tahun 2017-2021) serta menggunakan data ekonomi spasial Provinsi Jawa Timur untuk pemetaan tingkat kemiskinan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang didapatkan dari Badan Pusat Statistik (BPS). Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan menggunakan data panel menggunakan software Eviews 10, sedangkan untuk analisis deskriptif pemetaan tingkat kemiskinan menggunakan software Quantum Geographic Information System (QGIS). Hasil yang ditemukan dalam penelitian, yakni model terbaik adalah fixed effect dengan pertumbuhan ekonomi yang berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap jumlah penduduk miskin, Upah Minimum Kabupaten/Kota berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin, serta tingkat pengangguran berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin. Hasil pemetaan menunjukkan daerah yang tergolong dalam kemiskinan tinggi atau zona merah dengan kisaran 178.825-268.238 jiwa penduduk miskin terdapat 8 kabupaten, kemiskinan sedang atau zona kuning dengan kisaran 89.413-178.825 jiwa penduduk miskin terdapat 16 kabupaten , dan yang tergolong dalam kemiskinan rendah atau zona hijau dengan kisaran 6.044-89.413 jiwa penduduk miskin terdapat 14 kabupaten.

The very high number of poor people in East Java Province shows that there are still many people living in disadvantage condition. There are many factors that can affect poverty in East Java, thus there is need to analyze the effect of this factors in poverty. The objectives of this study are to examine the effect of economic growth, Regency/City Minimum Wages, and the unemployment rate on poverty rate in East Java and to find out the mapping of poverty level of each regency/city in East Java Province. This research is a descriptive quantitative research using panel data that is a combination cross section data (38 districts in East Java Province) and time series (2017-2021) and spatial economic data of East Java Province for mapping the poverty level. The data used in this study are secondary data obtained from the Central Statistics Agency.The analysis tool used is multiple linear regression using panel data and Eviews 10 software, while the poverty level mapping descriptive analysis was carried out by using Quantum Geographic Information System (QGIS) software. The results of the mapping show that there are 8 districts classified as high poverty or red zones with a range of 178,825-268,238 poor people, and 16 districts classified as moderate poverty or yellow zones with a range of 89,413-178,825 poor people. and 14 districts classified as low poverty or green zone with a range of 6,044-89,413 poor people.

Kata Kunci : Kemiskinan, Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum Kabupaten/Kota, Tingkat Pengangguran, Pemetaan

  1. D4-2023-425612-abstract.pdf  
  2. D4-2023-425612-bibliography.pdf  
  3. D4-2023-425612-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2023-425612-title.pdf