KESIAPAN KELOMPOK WANITA TANI DALAM MENDUKUNG IMPLEMENTASI SMART-ECO BIOPRODUCTION DI AGROWISATA KAMPUNG ANGGUR KALURAHAN SUMBERMULYO KAPANEWON BAMBANGLIPURO KABUPATEN BANTUL
FAATHIMATU Z J, Dr.agr. Ir. Sri Peni Wastutiningsih., Riesma Andiani, S.P., M.Sc
2022 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIANPengelolaan agrowisata perlu memperhatikan berbagai aspek sehingga lingkungan dapat terjaga kelestariannya yaitu dengan menerapkan pertanian yang cerdas ramah lingkungan yang dapat disebut dengan smart-eco bioproduction (SEB). Implementasi SEB di Agrowisata Kampung Anggur memerlukan kesiapan dari KWT Arimbi yang merupakan salah satu penggerak dari agrowisata tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) Mengetahui kesiapan KWT dalam mengimplementasikan SEB di Agrowisata Kampung Anggur Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, dan 2) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam mengimplementasikan SEB di Agrowisata Kam pung Anggur Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan dasar deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KWT Arimbi belum sepenuhnya siap dilihat dari aspek perilaku yang belum sepenuhnya memahami, menerima, dan terampil dalam menerapkan prinsip SEB. Dari aspek ekonomi dikatakan sudah siap dilihat dari sudah terpenuhinya sumber akses modal, terpenuhinya sarana prasarana sederhana dan sarana produksi, serta adanya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan anggota KWT Arimbi. Dari aspek sosial belum sepenuhnya siap dikarenakan masih adanya konflik antara anggota KWT dengan stakeholders lain. Terdapat faktor pendukung dalam implementasi yaitu aspek perilaku KWT Arimbi, hubungan sosial, teknologi teknis budidaya yang sederhana, dan sumber daya alam. Implementasi dapat terhambat dikarenakan KWT Arimbi belum mengetahui konsep dan masih khawatir menerapkan SEB, belum terampil, keterbatasan biaya, dan adanya konflik. Maka perlu adanya kegiatan penyuluhan dan pelatihan bagi KWT Arimbi, adanya bantuan sarana prasarana dari pemerintah, serta musyawarah antar stakeholders agar prinsip SEB dapat berjalan dengan baik di Agrowisata Kampung Anggur.
Agrotourism management needs to pay attention to various aspects to preserve the environment by implementing environmentally friendly smart agriculture called smart-eco bioproduction (SEB). Implementing SEB in Kampung Anggur Agrotourism requires readiness from the Arimbi Women Farmer's Group (KWT Arimbi), which is one of the drivers of agrotourism. The purpose of this study is to 1) Know the readiness of KWT in implementing SEB in Kampung Anggur Agrotourism Sumbermulyo Village, Bambanglipuro Sub-district, Bantul Regency, and 2) Know the supporting and inhibiting factors in implementing SEB in Kampung Anggur Agrotourism Sumbermulyo Village, Bambanglipuro Sub-district, Bantul Regency. The method used in this research is a qualitative research method with a basic descriptive analytical approach. The results showed that KWT Arimbi was not fully ready to be seen from the aspect of behavior that didn't fully understand, accept, and was skilled in applying the SEB principles. The economic aspect it's said that it's ready to be seen from the fulfillment of sources of access to capital, the fulfillment of simple infrastructure and production facilities, as well as an increase in income and welfare of Arimbi KWT members. The social aspect is not fully prepared because there are still conflicts between KWT members and other stakeholders. There are supporting factors in the implementation, namely KWT Arimbi behavioral aspects, social relations, simple cultivation technical technology, and natural resources. Implementation can be hampered because KWT Arimbi doesn't know the concept and is still worried about implementing SEB, is not yet skilled, has limited funds, and has conflicts.
Kata Kunci : kesiapan, KWT, implementasi, smart-eco bioproduction, agrowisata