Laporkan Masalah

LEGAL ANALYSIS ON DECENTRALIZATION OF REGIONAL GOVERNMENT WITH SEQUENTIAL THEORY IN INDONESIA (1999-2022)

ANINDITA IRVAN W, Herlambang Perdana Wiratraman, S.H., M.A, Ph.D.

2023 | Tesis | MAGISTER ILMU HUKUM

Perkembangan desentralisasi Indonesia mencapai pemeliharaan jangka panjang selama lebih dari dua dekade. Desentralisasi Indonesia dimulai pasca Orde Baru untuk memenuhi agenda reformasi 1998. Otonomi daerah dan desentralisasi untuk format kesatuan Indonesia dianggap sebagai prioritas untuk menegakkan konstitusi dan menjalankan tugas daerah. Desentralisasi melalui Desentralisasi Administrasi, Desentralisasi Fiskal dan Desentralisasi Politik, adalah jenis desentralisasi dalam setiap fase. Negara tertentu menggunakan urutan tertentu terkait desentralisasi mana yang akan dilakukan terlebih dahulu. Urutan tersebut dapat ditentukan melalui Teori Sekuensial; teori ilmu politik untuk membedah rincian desentralisasi di negara tersebut. Teori Sekuensial memiliki prioritas tertentu termasuk menempatkan desentralisasi sebagai proses tawar-menawar; menempatkan kepentingan pemangku kepentingan di atas kepentingan pemangku kepentingan lainnya; dan menempatkan efek umpan balik kebijakan sehubungan dengan situasi tawar-menawar. Penelitian hukum pascasarjana ini menggunakan penelitian hukum normatif dengan kerangka normatif. Penulis menggunakan undang-undang, peraturan, dan pendekatan tertentu berdasarkan studi literatur dan teori untuk menganalisis masalah. Penelitian hukum ini akan menguraikan wacana reformasi desentralisasi Indonesia menggunakan teori sekuensial melalui berbagai peraturan selama 1999 hingga 2022, termasuk analisis masing-masing jenis desentralisasi, dampak praktis dan dampak teoritis teori sekuensial terhadap reformasi desentralisasi Indonesia. Kata kunci: desentralisasi, teori sekuensial, desentralisasi Indonesia

The proliferation of Indonesia’s decentralization reached over two decades of long-haul maintenance. Indonesia’s decentralization was initiated post New Order Regime to fulfill 1998 reformation agenda. Regional autonomy and decentralization for Indonesia’s unitary format were deemed as priority for upholding constitution and undertaking regional tasks. Decentralization through Administrative Decentralization, Fiscal Decentralization and Political Decentralization, was type of decentralization within each phase. Certain country utilized certain sequence regarding which one would be conducted first. Such sequence could be determined through Sequential Theory; political science theory to dissect the details on decentralization in such country. Sequential Theory got certain priority including putting decentralization as bargaining process; putting stakeholder’s interests as prevailed over another stakeholder’s interest; and putting policy feedback effects in regards with bargaining situations. This postgraduate legal research employed normative legal research with normative framework. Author utilized laws, regulation, and certain approaches based on literature and theoretical studies in order to analyze the issues. This legal research would decipher discourse on Indonesia’s decentralization reform using sequential theory through various regulations during 1999 to 2022, including analysis of each decentralization type, practical impact and theoretical impact on sequential theory toward Indonesia’s decentralization reform. Keywords: decentralization, sequential theory, Indonesia decentralization

Kata Kunci : decentralization, sequential theory, Indonesia decentralization