Platform Pengelolaan Kota, Kasus Kota Semarang, Yogyakarta dan Surakarta
YUDHA PRACASTINO H, Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D; Ir. Deva Fosterharoldas Swasto, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM.
2023 | Disertasi | DOKTOR ARSITEKTURUrbanisasi sebagai sebuah proses, yang salah satu aspek perubahannya terkait dengan penggunaan teknologi. Kemajuan dalam pemanfaatan teknologi, menjadi salah satu penyebab perubahan yang merubah tatanan lama, menjadi suatu tatanan baru secara masif, hal ini disebut sebagai kondisi disrupsi. Kondisi disrupsi saat ini, juga membarengi kondisi inklusif, akibat penggunaan teknologi informasi yang juga masif. Satu hal yang menjadi ciri dominan kota, terkait pluralitas warganya, juga menjadi faktor latar belakang dalam penelitian ini. Latar belakang penelitian, pada bagian akhir meninjau adanya evolusi kota, sebagai sebuah wadah kehidupan yang terus mengalami perubahan, maka perlu untuk menyiapkan bentuk pengelolaan kota yang adaptif dan tangguh terhadap perubahan. Dari beberapa penelitian disertasi tersebut, maka state of the art dari penelitian ini terkait belum terdefinisinya model perencanaan kota di era tak menentu (disruptif) yang melibatkan berbagai pihak (plural) dan bersifat inklusif, yang dapat disebut sebagai pendekatan perencanaan dan pengelolaan platform. Sebagai kesenjangan atau ketidakmampuan sebuah teori dalam menjelaskan sebuah fenomena, oleh karena itu teori tersebut lalu dipertanyakan, maka digunakan istilah platform dalam pengelolaan kota. Penelitian perlu dilakukan untuk melihat apakah prinsip dalam platform dalam teknologi informasi, dengan variabel pembentuknya dapat diterapkan, ataukah diperlukan penyesuaian variabel sebagai upaya penerapan prinsip platform pengelolaan kota. Di sisi lain, kebutuhan pengelolaan kota (urban management) berkaitan dengan struktur administratif, mekanisme legal, perencanaan dan pengembangan keruangan kota, pengembangan pengaturan pihak otoritas, dan pengelola kota, terutama untuk pembangunan ekonomi (kreatif), perlu dikembangkan saat ini. Kebutuhan ini muncul sebagai dampak proses urbanisasi disruptif di wilayah kota. Berdasarkan hal tersebut maka rumusan pertanyaan penelitian ini adalah: Bagaimana pendekatan platform dapat ditransformasikan dalam pengelolaan kota, sehingga kota memiliki dasar yang baik untuk menuju perubahan ke depan yang semakin baik? Penelitian mengenai pengelolaan dan pengembangan kota dalam disertasi ini menggunakan pendekatan kualitatif metode campuran kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus yang memilih fokus pada satu fenomena saja untuk dipahami secara mendalam dan mengabaikan fenomena-fenomena lain. Tipe penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif menggunakan multiple case study yang terdiri dari beberapa kasus terbatas yang terfokus pada satu isu atau pusat perhatian. Metode yang digunakan dalam penelitian kuantitatif adalah dengan menggunakan statistik deskriptif. Penelitian ini dapat merumuskan platform pengelolaan kota, yang dapat menjawab kondisi disrupsi. Rumusan Platform Pengelolaan Kota adalah: Sebuah sistem layanan pengelolaan lingkungan kota yang dinamis dan mendorong terjadinya pengembangan wilayah yang responsif dan efisien, terdiri dari interaksi variabel: koordinasi, aspek lingkungan, perencanaan, infrastruktur, pengelolaan dan sumber dana, kepemimpinan, kebijakan dan peraturan, komunitas berdaya, pengelolaan data, serta jaringan komunitas. Fungsi dari Platform Pengelolaan Kota yaitu sebagai dasar atau fondasi pihak pemangku kepentingan, sehingga dapat membangun produk atau layanan turunan, serta pelengkapnya secara responsif dan efisien di dalam sebuah kota, terutama ketika menghadapi kondisi tidak menentu atau disrupsi, sebagaimana kasus pandemi COVID-19 dan adanya transformasi layanan kota misalnya kemunculan transportasi berbasis online.
Urbanization as a process, one of the aspects of change is related to the use of technology. Advances in the use of technology, are one of the causes of changes that change the old order, into a massive new order, this is referred to as a condition of disruption. The current state of disruption also undermines inclusive conditions, due to the massive use of information technology. One thing that characterizes the dominant city, related to the plurality of its citizens, is also a background factor in this study. The background of the research, at the end of reviewing the existence of urban evolution, as a place for life that continues to undergo changes, it is necessary to prepare a form of urban management that is adaptive and resilient to change. From some of these dissertation studies, the state of the art of this research is related to the undefined urban planning model in the uncertain (disruptive) era involving various Parties (plural) and inclusive, which can be referred to as a platform planning and management approach. As a gap or inability of a theory to explain a phenomenon, therefore the theory is then questioned, the term platform is used in urban management. Research needs to be carried out to see whether the principles in the platform in information technology, with their forming variables can be applied, or whether variable adjustments are needed as an effort to apply the principles of the urban management platform. On the other hand, urban management needs related to administrative structures, legal mechanisms, urban spatial planning and development, development of authority arrangements, and city managers, especially for economic (creative) development, need to be developed at this time. This need arises as a result of the disruptive urbanization process in the city area. Based on this, the formulation of this research question is: "How can the platform approach be transformed in city management, so that the city has a good basis for better future change? Research on urban management and development in this dissertation uses a qualitative approach to mixed qualitative and quantitative methods. This research uses a case study design that chooses to focus on one phenomenon only to be understood in depth and ignore other phenomena. This type of research is descriptive with a qualitative approach. Qualitative research uses multiple case studies consisting of several limited cases focused on one issue or center of attention. The method used in quantitative research is to use descriptive statistics. This research can formulate a city management platform, which can answer the conditions of disruption. The formulation of the Urban Management Platform is: A dynamic system of urban environmental management services that encourages the development of responsive and efficient areas, consisting of variable interactions: coordination, environmental aspects, planning, infrastructure, management and sources of funds, leadership, policies and regulations, empowered communities, data management, and community networks. The function of the City Management Platform is as the basis or foundation of stakeholders, so that they can build derivative products or services, as well as complements them responsively and efficiently in a city, especially when facing uncertain conditions or disruptions, such as the case of the COVID-19 pandemic and the transformation of city services, for example the emergence of online-based transportation.
Kata Kunci : platform, pengelolaan, kota