Laporkan Masalah

PEMANFAATAN FAUNA PRIMATA PADA TINGGALAN DI SITUS SONG PEDANG, KECAMATAN PANGGANG, KABUPATEN GUNUNG KIDUL

IMAM MARCO, Dr. Anggraeni, M.A.

2023 | Skripsi | S1 ARKEOLOGI

Situs Song Pedang merupakan salah satu hunian prasejarah di Kawasan Karst Gunung Sewu bagian barat. Tahun 2019 dilakukan ekskavasi di Situs Song Pedang dengan temuan berupa fragmen rahang bawah manusia, artefak batu, artefak tulang, dan ekofak fauna. Temuan tersebut menunjukkan bahwa Situs Song Pedang dimanfaatkan sebagai gua hunian. Hasil pertanggalan AMS dari spesimen cangkang kerang menunjukkan bahwa hunian tertua di Situs Song Pedang berlangsung pada 12.190 hingga 11.595 SM. Untuk mengetahui keterkaitan keberadaan fauna dan artefak dengan penghuni Situs Song Pedang, dilakukan identifikasi taksonomi dan analisis tafonomi terhadap fragmen ekofak dan artefak tulang untuk mendapatkan daftar spesies dan jejak modifikasi. Analisis tersebut dilakukan secara mikroskopis yang bertujuan untuk melihat aktivitas perburuan dan pemanfaatan yang terdapat pada tulang primata serta selektivitas di antara primata di situs tersebut. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ekofak memiliki tanda berupa goresan berorientasi acak dan jejak penjagalan, sedangkan artefak memiliki penyerutan berulang, goresan berorientasi horizontal, dan jejak pemakaian berupa aus. Identifikasi taksonomi menghasilkan ekofak tulang primata sebanyak 556 spesimen. Tulang primata jantan lebih dominan, mengkonfirmasi perburuan selektif terhadap primata. Kondisi spesimen terbagi menjadi tulang utuh dan tulang tidak utuh. Spesimen tulang primata yang ditemukan berasal dari spesies Macaca, Trachypithecus dan Symphalangus. Perubahan warna mengindikasikan pembakaran pada dua per tiga spesimen tulang, menunjukkan adanya pemanfaatan oleh penghuni ceruk sebagai konsumsi. Jejak modifikasi berdasarkan analisis tafonomi menunjukkan bahwa satu spesimen tulang primata dipakai sebagai bahan dasar pembuatan lancipan tulang.

Song Pedang Site is one of the prehistoric occupations located in the western part of Gunung Sewu Karst Region. An excavation at Song Pedang Site unearthed human mandible fragments, a stone artifact, bone artifacts, and ecofacts. Those findings indicated human habitation. AMS dating of seashells specimens showed the habitation in Song Pedang Site is as old as 12.190 to 11.595 BP. To find out the correlation between the faunal remains and artifacts in Song Pedang Site, this research uses taxonomic identification and taphonomic analysis on the faunal remains and the bone artifact to obtain a list of species present and trace(s) of modification. The research is carried out by microscopic analysis to explain selective hunting of non-human primates and utilization in the. The results showed random marks and butchering marks on ecofacts, whereas bone artifacts showed deliberate shaving, horizontal marks, and wear. Taxonomic identification distinguished 556 specimens of non-human primate bones. Male primate bones are more dominant, indicating selective hunting towards non-human primate. The specimens� conditions are either intact or fragmented. Non-human primate bone specimens are divided into the species of Macaca, Trachypithecus and Symphalangus. Two thirds of the bones have undergone discoloration due to exposure to fire, indicating consumption by the cave�s inhabitants. Modification based on taphonomic analysis showed at least one primate bone indicates utilization, specifically as bone point.

Kata Kunci : analisis tafonomi, tulang, artefak tulang, primata, Situs Song Pedang

  1. S1-2023-414986-abstract.pdf  
  2. S1-2023-414986-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-414986-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-414986-title.pdf