Risiko Pendapatan Petani Plasma di PT Pagilaran
ARDIANTORO, Prof. Dr. Ir. Masyhuri; Azizatun Nurhayati, S.P., M.Sc.
2022 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNISTeh merupakan salah satu komoditas perkebunan di Indonesia. Pengusahaan komoditas teh dibagi menjadi tiga, salah satunya yaitu perkebunan teh rakyat, termasuk petani plasma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat risiko pendapatan komoditas teh pada petani plasma, (2) faktor-faktor yang memengaruhi risiko pendapatan komoditas teh pada petani plasma. Lokasi penelitian ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu di PT Pagilaran UP Kaliboja. Pengambilan sampel petani plasma dilakukan dengan menggunakan metode simple random sampling dengan melibatkan 75 petani plasma. Untuk mengetahui tingkat risiko pendapatan digunakan analisis koefisien variasi (CV) dan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi risiko pendapatan digunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1) tingkat risiko pendapatan komoditas teh pada petani plasma sebesar 0,57 yang tergolong tinggi. (2) Faktor-faktor yang memengaruhi risiko pendapatan komoditas teh pada petani plasma yaitu luas lahan, harga herbisida, harga pupuk kandang, dan upah tenaga kerja. Harga herbisida dan upah tenaga kerja berpengaruh secara positif terhadap risiko, sedangkan luas lahan dan harga pupuk kandang berpengaruh secara negatif terhadap risiko
Tea is one of the plantation commodities in Indonesia. The tea commodity business is divided into three, one of which is smallholder tea plantations, including plasma farmers. This study intends to determine: (1) the level of income risk on tea farming by plasma farmers, (2) factors affecting income risk on tea farming by plasma farmers. The site of the research was established using a method of purposive sampling at PT Pagilaran UP Kaliboja. The simple random sampling approach was used to take a sample of plasma farmers, this research involved 75 plasma farmers. To determine level of income risk on tea farming using coefficient variation (CV) and to determine factors affecting income risk on tea farming using multiple linier regression analysis. The results of the study showed that: (1) the level of income risk on tea farming by plasma farmers is 0,57 which is relatively high. (2) Factors affecting income risk on tea farming by plasma farmers are land area, herbicide prices, manure prices, and labor wages. Herbicide prices and labor wages have a positive effect on risk, while land area and manure prices have a negative effect on risk.
Kata Kunci : (petani teh plasma, risiko pendapatan, koefisien variasi, analisis regresi linier berganda) / (plasma tea farmer, income risk, coefficient variation, multiple linier regression analysis)