Gerakan Pelestarian Lingkungan Komunitas Seangle Di Wilayah Pesisir Kota Semarang
ALFINA AULIA BINTANG, Prof. Dr. Suharko, S.Sos., M.Si.
2022 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIIsu kerusakan lingkungan merupakan isu yang terus terjadi di berbagai wilayah. Tidak serta merta disebabkan oleh faktor alam, namun juga didukung oleh aktivitas manusia yang kurang mempertimbangkan dampak dari pemanfaatan sumber daya alam. Kota Semarang menjadi salah satu wilayah dengan berbagai permasalahan lingkungan, seperti penurunan muka tanah, banjir rob, dan sampah laut. Berangkat dari permasalahan lingkungan tersebut, perhatian dan kontribusi kaum muda muncul dengan lahirnya gerakan pelestarian lingkungan Komunitas Seangle Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar kemunculan, bentuk dan strategi dari gerakan pelestarian lingkungan oleh Komunitas Seangle Semarang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Proses observasi dan wawancara juga dilakukan dalam penelitian ini sebagai teknik pengumpulan data. Penggunaan teori gerakan sosial lingkungan dan Organisasi Pemuda Lingkungan (OPL) digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemunculan Komunitas Seangle Semarang dilatarbelakangi oleh kesadaran kaum muda terhadap kondisi pesisir Kota Semarang. Sementara upaya pelestarian dilakukan dengan beberapa strategi, yakni pendekatan sosial, inovasi dan eksperimental, dan kolaborasi. Ketiga strategi ini diterapkan dalam program kegiatan Seangle Semarang, antara lain; 1) Pengembangan Kampung Pilah Sampah (RUPIAH dan Up-cycling); 2) SeaSchool; 3) Clever; 4) CETAR; 5) Aksi Strawless Movement; dan 6) Kampanye lingkungan melalui media sosial. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa inisiatif serta kontribusi kaum muda mampu memobilisasi masyarakat dan kaum muda lain untuk melestarian lingkungan. Melalui edukasi maupun aksi perbaikan lingkungan secara langsung, masyarakat secara mandiri mampu mengelola lingkungannya dengan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.
The issue of environmental damage is an issue that continues to occur in various regions. Not necessarily caused by natural factors, but also supported by human activities that do not consider the impact of the use of natural resources. The city of Semarang is one of the areas with various environmental problems, such as land subsidence, tidal flooding, and marine debris. Departing from these environmental problems, the attention and contribution of young people emerged with the birth of the Seangle Semarang Community environmental preservation movement. This study aims to determine the origin, form and strategy of the environmental preservation movement by the Seangle Community in Semarang. The type of research used is qualitative with a case study approach. Observation and interview processes were also carried out in this study as data collection techniques. The use of environmental social movement theory and the Environmental Youth Organization (OPL) was used to analyze the data obtained. The results of this study indicate that the emergence of the Semarang Seangle Community was motivated by young people's awareness of the coastal conditions of Semarang City. Meanwhile, conservation efforts are carried out using several strategies, namely social approaches, innovation and experimentation, and collaboration. These three strategies are implemented in the Seangle Semarang activity program, including; 1) Development of Waste Sorting Villages (RUPIAH and Up-cycling); 2) SeaSchool; 3) Clevers; 4) CETAR; 5) Strawless Movement Action; and 6) Environmental campaign through social media. This research also shows that the initiatives and contributions of young people are able to mobilize the community and other young people to preserve the environment. Through education and direct environmental improvement actions, the community is able to independently manage their environment by adopting an environmentally friendly lifestyle.
Kata Kunci : Gerakan lingkungan, Kota Semarang, organisasi pemuda lingkungan, sampah laut.