Rekrutmen Politik Partai Dalam Penentuan Calon Anggota DPRD Kabupaten Magelang Pada Pemilu 2019 (Studi Kasus: Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kabupaten Magelang)
AULIA NUR AENI K, Bayu Dardias Kurniadi, S.I.P., M.A. M.Pub.Pol., Ph.D.
2022 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHANPenelitian ini membahas mengenai rekrutmen politik partai dalam penentuan Calon Anggota DPRD Kabupaten Magelang Pada Pemilu 2019 dengan Studi Kasus: Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kabupaten Magelang. DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kabupaten Magelang dipilih menjadi studi kasus karena menjadi partai politik yang keluar sebagai pemenang dan mendapatkan perolehan suara tertinggi dalam pemilu. Hal ini dibuktikan pada pemilu legislatif 2009, 2014, dan 2019 PDI Perjuangan memperoleh kemenangan dan menduduki urutan pertama jumlah kursi terbanyak di DPRD Kabupaten Magelang. Rekrutmen politik merupakan hal yang penting dalam sebuah partai politik, namun terdapat dilema lain yaitu kurangnya keterbukaan partai politik kepada publik dalam penentuan calon legislatif sehingga dikhawatirkan memberikan dampak kurang demokratis dalam penentuan calon legislatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses rekrutmen politik yang dilakukan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) dalam penentuan calon anggota DPRD Kabupaten Magelang pada Pemilu 2019. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer melalui wawancara dan data sekunder berupa dokumen-dokumen yang menunjang penelitian. Lebih lanjut, teori Gideon Rahat & Reuven Y. Hazan (2001) digunakan untuk menganalisa penelitian dengan menggunakan 4 (empat) indikator yaitu: Kandidasi (Candidacy), Pemilihan Kandidat (Selectorate), Derajat Desentralisasi Pemilihan Kandidat (Decentralized Candidate Selection), dan Sistem Penunjukan & Voting (Appointment & Voting System). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, proses rekrutmen dalam penentuan Calon Anggota DPRD Kabupaten Magelang yang dilakukan oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magelang bersifat eksklusif di internal partai. Dilihat melalui aspek kandidasi (candidacy), yang dapat mengikuti proses rekrutmen atau seleksi bakal calon anggota DPRD Kabupaten dari PDI Perjuangan merupakan anggota partai sehingga berada pada kutub eksklusif. Pada aspek pemilih kandidat atau penyeleksi (selectorate), DPC PDI Perjuangan cenderung eksklusif karena yang penyeleksi adalah petinggi atau elit partai yang duduk di struktural partai. Selanjutnya, aspek derajat desentralisasi (decentralized candidate selection) dalam penetapan dan pengesahan calon anggota DPRD Kabupaten yang memiliki wewenang berada di tingkat pusat yaitu DPP Partai sehingga hal ini terlihat sentralis karena DPC Partai hanya memberikan rekomendasi saja. Aspek terakhir adalah sistem penunjukan & voting (appointment & voting system) dalam penentuan calon anggota DPRD Kabupaten oleh DPC PDI Perjuangan dilakukan dengan sistem penunjukan melalui musyawarah di Rapat Pleno DPC Partai. Meski terkesan eksklusif ini tidak selamanya berdampak buruk karena partai dapat memposisikan kandidatnya dengan baik dan memenangkan pemilu serta memperkuat demokrasi.
This research discusses party political recruitment in determining the Candidates for Members of the Regional House of Representatives (DPRD) of Magelang Regency in the 2019 Election with a Case Study: Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) of Magelang Regency. The DPC PDI Perjuangan of Magelang Regency was chosen to be a case study because it came out as the winner and also got the highest number of votes in the election. This was proved in the 2009, 2014, and 2019 legislative elections, in which PDI Perjuangan won and ranked first in the highest number of seats in the DPRD of Magelang Regency. Political recruitment is a crucial thing for a political party, but there is a dilemma in it. The lack of openness from the political parties to the public in determining legislative candidates will bring a less democratic impact on it. The purpose of this research is to find out how the political recruitment process was carried out by the Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) in determining candidates for members of the DPRD of Magelang Regency in the 2019 Election. This research uses a qualitative method with a case study approach. The data used in this research is primary data through interviews and secondary data in the form of documents that support the research. Furthermore, the theory of Gideon Rahat & Reuven Y. Hazan (2001) is used to analyze research using 4 (four) indicators, namely Candidacy, Candidate Selection (Selectorate), Degree of Decentralized Candidate Selection (Decentralized Candidate Selection), and Appointment & Voting System. The results of this research indicate that the recruitment process carried out by DPC PDI in determining the candidates for members of the DPRD of Magelang Regency is exclusively internal to the party. From the candidacy aspect's perspective, those who can participate in the recruitment or selection process for candidates for members of DPRD Regency from the PDI Perjuangan are party members, so they are at the exclusive pole. Then, for the selectorate aspect, the DPC PDI Perjuangan tends to be exclusive because the selectors are party officials or even elites in the party structure. Next, the aspect of the degree of decentralization (decentralized candidate selection) in determining and validating candidates for Members of the DPRD Regency whose authority is at the central level, namely the DPP Party, makes this look centralized because the DPC Party only provides recommendations. The last aspect is the appointment & voting system in determining candidates for Members of the DPRD Regency by the DPC PDI Perjuangan, which is carried out with an appointment system through deliberation at the Plenary Meeting of the DPC Party. Although it seems exclusive, it doesn’t always have a bad impact because parties can position their candidates well and win elections can also strengthen democracy.
Kata Kunci : Kata Kunci: Rekrutmen, Calon Anggota DPRD Kabupaten, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.