Laporkan Masalah

LOSS DAN GAIN PENERJEMAHAN KALA PASSÉ COMPOSÉ DALAM NOVEL L’APPEL DE L’ANGE KARYA GUILLAUME MUSSO DAN NOVEL TERJEMAHANNYA: CALL FROM AN ANGEL

SYIFA HAZIMAH HANA A, Dr. Sajarwa M.Hum.

2023 | Skripsi | S1 SASTRA PRANCIS

Fenomena loss dan gain terjadi pada hampir seluruh terjemahan, salah satunya adalah penerjemahan kala passé composé dari bahasa Prancis ke bahasa Indonesia. Kala dalam bahasa Prancis merupakan aspek gramatikal dan terletak pada tatanan morfo-sintaksis yang melekat pada verba. Sementara itu, bahasa Indonesia tidak mengenal kala sebagai sistem gramatikal, namun memiliki padanan untuk menyebutkan kala menggunakan sistem semantik. Karena perbedaan tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis apa saja bentuk loss dan gain dalam penerjemahan kala passé composé dan penyebabnya. Teori yang digunakan untuk membantu analisis ini adalah teori terjemahan, teori loss dan gain, teori kala dalam bahasa Prancis, dan teori penyebutan kala dalam bahasa Indonesia. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel L’Appel de L’Ange karya Guillaume Musso dan terjemahan bahasa Indonesianya, Call from an Angel, yang diterjemahkan oleh Yudith Listiandri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa loss mendominasi gain. Data loss terbagi menjadi dua, tanpa pemarkah dan dengan pemarkah. Mayoritas pemarkah dalam data loss ini adalah pemarkah afiksasi: prefiks ber-, meN-, ter-, di-, kombinasi afiks me-kan, me-i, dan di-kan. Selain itu, terdapat pula pemarkah verba material. Sementara untuk data gain juga diklasifikasikan menjadi dengan dan tanpa pemarkah. Pemarkah yang digunakan adalah preposisi pada; konjungsi: setelah, ketika, kemudian, bahwa, yang, lalu; adverbia: sudah, akan, telah, belum, pernah, akhirnya, tetap, masih, baru, kembali, dan adverbia gabungan; partikel -lah dan pun; adjektiva cepat; dan pronomina itu.

The phenomenon of loss and gain occurs in almost all translations, one of which is the translation of the passé composé tense from French into Indonesian. The tenses in French lie in the morpho-syntactic order attached to the verb and considered as a grammatical aspect. Meanwhile, the Indonesian language does not recognize tenses as a grammatical system, but it has an equivalent for mentioning tenses using a semantic system. Because of these differences, the purpose of this research is to analyze what are the forms of loss and gain in the translation of passé composé and their causes. Theories that are used in this analysis are the theory of translation, the theory of loss and gain, the theory of tenses in French and in Indonesian. The objects that are used in this research are the novel L'Appel de L'Ange by Guillaume Musso and its Indonesian translation, Call from an Angel, translated by Yudith Listiandri. The methods that are used in this research are descriptive-qualitative-comparative. The results show that loss dominates gain in the translation of the passé composé. Loss’s data are divided into two, with and without markers. The majority of markers in this loss categorie are affixation markers: prefixes ber-, meN-, ter-, di-, combinations of affixes me-kan, me-i, and di-kan. In addition, there are also material verb markers. Meanwhile, Gain’s data are also classified into with and without markers. The markers that are used are prepositions pada and akan, conjunctions; setelah, ketika, kemudian, bahwa, yang, lalu, adverbs; sudah, akan, telah, belum, pernah, akhirnya, tetap, masih, baru, kembali, and compound adverbs, particles -lah and pun, adjective cepat, and pronoun itu.

Kata Kunci : loss dan gain, penerjemahan, kala, passé composé

  1. S1-2023-439560-abstract.pdf  
  2. S1-2023-439560-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-439560-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-439560-title.pdf