PERTAHANAN UDARA SEKUTU DI ATAS LANGIT JAWA, 1937-1942
PUSPITASARI A, Drs.Machmoed Effendhie, M.Hum. ; Dr. Agus Suwignyo, M.A. ; Satrio Dwicahyo, M.Sc, M.A.
2023 | Skripsi | S1 SEJARAHPecahnya Perang Sino-Jepang II membuat Amerika Serikat, Hindia Belanda, dan Inggris resah. Bukan karena mereka khawatir akan Cina yang diserang oleh Jepang, namun karena mereka khawatir Jepang akan mengincar wilayah koloni mereka di Asia Tenggara sebagai target berikutnya. Hindia Belanda merupakan target paling besar karena kaya akan sumber daya terutama minyak dan bahan bakar pesawat yang sangat Jepang butuhkan. Inggris, Hindia Belanda dan Amerika Serikat pun memulai suatu rangkaian pembicaraan rahasia untuk mencari tahu langkah apa yang bisa mereka ambil untuk mengatasi masalah ini. Penelitian ini mengkaji ulang hasil penelitian yang telah ada untuk mencari hubungan antara pentingnya penerbangan militer dan pertahanan udara di Hindia Belanda bagi kerjasama geopolitik negara-negara kolonial di Asia Tenggara. Dengan menggunakan metode sejarah, penelitian ini menggunakan sumber primer berupa arsip dan narasi resmi yang diterbitkan masing-masing lembaga militer; serta sumber sekunder dari buku dan artikel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pertahanan udara yang kuat sangat penting dan dibutuhkan oleh Sekutu, karena strategi Jepang bergantung pada tercapainya supremasi udara terlebih dahulu untuk memastikan bahwa operasi militer mereka di wilayah musuh dapat berjalan mulus tanpa adanya gangguan dari angkatan udara lawan. Bagi Sekutu, mempertahankan Jawa berarti memenangkan perang di udara melawan Jepang. Untuk itu, maka sekutu memutuskan untuk bekerjasama dan menyatukan sumber daya dan kekuatan militer mereka untuk bersama-sama melawan Jepang, walaupun pada akhirnya usaha mereka gagal. Di sisi lain, kerjasama dalam bentuk pembentukan ABDA ini bisa dilihat sebagai bentuk ketakutan mereka atas ancaman Jepang pada hegemoni kolonial barat di Asia Tenggara. Nyatanya, Jepang baru menyerang Pearl Harbor dan Asia Tenggara akibat embargo minyak yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Sekutu setelah ia menduduki Perancis Indocina. Karena ketakutan mereka akan kehilangan wilayah koloni, Sekutu justru mengambil keputusan yang kemudian menjadi penyebab utama direbutnya wilayah koloni mereka oleh Jepang secara paksa.
The outbreak of the Second Sino-Japanese War made United States of America, Dutch East Indies and Britain uneasy. Not because they were worried about China, but because they were worried that Japan would target their colonies in Southeast Asia next. The Dutch East Indies was the most likely target as it was rich in resources, especially oil and airplane fuel, which Japan desperately needed. The British, Dutch East Indies and Americans began a series of secret talks to find out what steps they could take to solve this problem. This study reviews existing research to find the relationship between the importance of military aviation and air defense in the Dutch East Indies for the geopolitical cooperation of colonial powers in Southeast Asia. Using the historical method, this research uses primary sources in the form of archives and official narratives published by each military institution; as well as secondary sources from books and articles. The study concludes that strong air defenses were essential and needed by the Allies, as Japan's strategy depended on achieving air supremacy first to ensure that their military operations in enemy territory could proceed smoothly without any interference from the opposing air force. For the Allies, defending Java meant winning the war in the air against Japan. To this end, the Allies decided to cooperate, pool their resources and military strength together to jointly fight the Japanese, although their efforts ultimately failed. On the other hand, this cooperation in the formation of ABDA could be seen as a form of their anxiety of the Japanese threat to western colonial hegemony in Southeast Asia. In reality, Japan had only attacked Pearl Harbor and Southeast Asia after the oil embargo imposed to them by the US and the Allies after it occupied French Indochina. Because of their fear of losing their colonies, the Allies ended up making decisions that would later become the main cause of Japan's seizure of their colonies instead.
Kata Kunci : pertahanan udara, kerjasama militer, ABDA, Jepang, air defense, military cooperation, Japan