Laporkan Masalah

ANALISIS DATA SISTEM RUJUKAN TERINTEGRASI (SISRUTE) DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) INFEKSI RSUP DR. SARDJITO

NI KADEK ARI ASTITI, Happy Indah Kusumawati, S.Kep., Ns, MN.Sc; Sutono, S.Kp., M.Sc., M.Kep

2023 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang: Sistem rujukan pelayanan kesehatan mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan secara timbal balik. Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) ditetapkan sebagai acuan dalam mengatur rujukan nasional di Indonesia, salah satunya di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Selama masa pandemi sebagian besar rumah sakit kewalahan menangani pasien, rumah sakit didorong lebih mengoptimalkan pemanfaatan SISRUTE. Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi sistem rujukan terintegrasi (SISRUTE) di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Infeksi RSUP Dr. Sardjito. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian ini berupa data sekunder rujukan pasien dalam aplikasi SISRUTE selama Bulan Juni-Agustus 2021. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar kerja yang telah melalui uji ahli (Expert Judgement) kepada Petugas Pengawas Pelayanan Medis (P3M) di IGD RSUP Dr. Sardjito. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk mengetahui data demografis pasien, alasan rujukan ditolak, alasan rujukan diterima serta response time SISRUTE. Hasil: Sebanyak 884 data rujukan pasien SISRUTE dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rujukan yang diterima lebih kecil dari rujukan yang ditolak, pasien rujukan yang memiliki jaminan kesehatan BPJS sebesar (42%). Rujukan pasien terbanyak berasal dari RS Tipe C (41,29 %) dan paling tinggi saat shift siang (36,8%). Alasan penolakan rujukan paling tinggi karena keterbatasan tempat (68,03%), rujukan yang diterima paling banyak dengan alasan ketersediaan tempat (48,75%), dan ruangan yang paling dibutuhkan yakni ICU (52,68%). Selain kebutuhan tempat, alat yang dibutuhkan oleh pasien rujukan paling tinggi adalah ventilator (83,5%.). Kebutuhan akan tenaga spesialis terbesar yakni spesialis bedah syaraf (19,51%). Mayoritas Response time rujukan SISRUTE dalam rentang 1-5 menit (59,73%). Kesimpulan: Penggunaan SISRUTE di IGD Infeksi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta pada umumnya sudah baik dengan response time yang cepat. Rujukan sebagian besar diterima dengan alasan ketersediaan ruangan, sedangkan alasan rujukan yang ditolak disebabkan keterbatasan ruangan. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dalam pembuatan kebijakan terkait SISRUTE.

Background: Health referral system regulates the delegation of duties and responsibilities of health services in reverse—either horizontal or vertical. SISRUTE (Integrated Referral Information System) as a reference in managing national referrals in Indonesia, RSUP Dr. Sardjito one of the hospital that already implement it. During the pandemic most hospitals were overwhelmed with patients, therefore hospitals were encouraged to optimize the use of SISRUTE. Objective: This study aims to identify the implementation of SISRUTE n the Infectious Emergency Room of RSUP Dr. Sardjito. Method: This research used type of quantitative descriptive research with a retrospective approach. The sample of this study was secondary data on patient referrals in the SISRUTE application from June-August. This study used a total sampling technique. The instrument in this study used worksheets that had gone through an expert judgment on Medical Service Supervision Officers (P3M) in the Emergency Room of RSUP Dr. Sardjito. Data analysis was performed univariate analysis method to find outpatient demographic data, reasons for referrals being rejected, reasons for referrals being received, and SISRUTE response time. Result: We indentified 884 data from SISRUTE. Total referrals received were smaller than the referrals rejected, referral patients who had Social Security Agency for Health (BPJS) were (42%). Most patient referrals came from Type C Hospital (41.29%) and the highest was during the afternoon shift (36.8%). The highest reason for refusing referrals was due to limited room (68.03%), and the room most needed was the Intensive Care Unit (ICU) (52.68%). Besides the place, a ventilator (83.5%) was the most medical tool needed. The biggest need for specialists is neurosurgery (19.51%). The highest SISRUTE response time was in the range of 1-5 minutes (59.73%). Conclusion: Implementation of SISRUTE in the IGD Infection RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta in general is good with a fast response time. Referrals are mostly accepted due to the availability of inpatient rooms, while the reasons for referrals rejected are due to the limited inpatient rooms. The results of this study can be used as a reference in making policies related to SISRUTE.

Kata Kunci : rujukan, SISRUTE, IGD