IDENTIFIKASI KERENTANAN BANGUNAN CAGAR BUDAYA DENGAN PEMERIKSAAN CEPAT JAVA RAPID VISUAL SCREENING SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI: KAJIAN TERHADAP BANGUNAN JOGLO RADEN SOEGENG DHIPOKAWOTJO, KULON PROGO
AKHMAD KHOERUL MUNA, Andi Putranto, S.S., M.S.c.
2023 | Skripsi | S1 ARKEOLOGIJoglo Raden Soegeng Dhipokawotjo merupakan Cagar Budaya di Kulon Progo yang terletak di kawasan seismisitas tinggi. Gempa Yogyakarta tahun 2006 berdampak ke seluruh wilayah D.I. Yogyakarta, termasuk Kulon Progo. Meskipun gempa 2006 belum menimbulkan dampak yang berat dibandingkan dengan wilayah Bantul, tetapi hal ini perlu diwaspadai mengingat Kulon Progo berada di wilayah dengan potensi gempa yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan tindakan mitigasi bencana gempa bumi, terlebih Kulon Progo memiliki 19 Bangunan Cagar Budaya yang perlu dilestarikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kerentanan bangunan di kompleks Joglo R. Soegeng Dhipokawotjo terhadap gempa. Identifikasi kerentanan bangunan dilakukan dengan metode JAVA RVS. Sebanyak 6 bangunan diperiksa secara visual, kemudian hasil pemeriksaan dimasukkan ke formulir JAVA RVS untuk mendapatkan skor akhir. Kemudian skor akhir dibandingkan dengan cut off score sebagai acuan untuk mengetahui potensi kerentanan bangunan. Dari hasil pemeriksaan menggunakan JAVA RVS pada 6 bangunan, diperoleh hasil 1 bangunan tidak memerlukan evaluasi lebih lanjut, sedangkan 5 bangunan memerlukan evaluasi. Bangunan yang memerlukan evaluasi lebih lanjut diklasifikasikan sebagai bangunan dengan potensi kerentanan yang tinggi. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi untuk meningkatkan ketahanan bangunan dalam menghadapi gempa seperti, melakukan perbandingan pemeriksaan kerentanan bangunan dengan metode lain, melakukan perbaikan dan penggantian komponen bangunan yang telah rusak, memberi perkuatan pada struktur bangunan, menyarankan untuk tidak menambah dinding bangunan dari pasangan bata, serta mempertahankan denah asli bangunan.
Joglo Raden Soegeng Dhipokawotjo is a Cultural Heritage in Kulon Progo which is located in a high seismicity area. The 2006 Yogyakarta earthquake had an impact on all areas of D.I. Yogyakarta, including Kulon Progo. Although the 2006 earthquake did not have a severe impact compared to the Bantul region, this needs to be watched out for considering that Kulon Progo is located in an area with a high earthquake potential. Therefore, earthquake disaster mitigation measures are needed, especially Kulon Progo has 19 cultural heritage buildings that need to be preserved. This research was conducted to determine the vulnerability of buildings in the Joglo R. Soegeng Dhipokawotjo complex to earthquakes. Identification of building vulnerabilities is carried out using the JAVA RVS method. A total of 6 buildings were visually examined, then the results were input into the JAVA RVS form to get the final score. Then the final score is compared with the cut off score as a reference to determine the potential vulnerability of the building. From the results of the JAVA RVS examination on 6 buildings obtained the results 1 building did not require further evaluation, while 5 buildings required evaluation. Buildings that require further evaluation are classified as buildings with high vulnerability potential. This research also provides recommendations for increasing the resilience of buildings in the face of earthquakes, such as comparing building vulnerability examination with other methods, repairing and replacing damaged building components, strengthening building structures, suggest not to add masonry building walls, and maintain floor plans of buildings.
Kata Kunci : Joglo Raden Soegeng Dhipokawotjo, Bangunan Cagar Budaya, Gempa Bumi, Mitigasi Bencana, JAVA RVS/ Joglo Raden Soegeng Dhipokawotjo, Cultural Heritage Building, Earthquake, Disaster Mitigation, JAVA RVS