Pemaknaan Kaum Muda Mengenai Peran Orang Tua Pada Masa Transisi Pemuda ke Dunia Kerja di Yogyakarta
STELLA ELIZABETH F, Muhammad Najib Azca, MA, PhD
2022 | Skripsi | S1 SOSIOLOGIPada era late modernity, pemuda dihadapkan dengan situasi transisi menuju dunia kerja yang penuh dengan risiko dan ketidakpastian. Hal ini menimbulkan keresahan tersendiri bagi pemuda, mereka dituntut merespons segala situasi secara cepat dan strategis. Disini lah pemuda membutuhkan orang tua sebagai support system untuk membimbing dan mendampingi pemuda menghadapi masa transisi melalui penerapan pola pengasuhan yang ideal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran orang tua dalam masa transisi pemuda menuju dunia kerja melalui perspektif pemuda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Adapun informan dalam penelitian ini merupakan lima pemuda yang berstatus sebagai mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kota Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua pemuda mendapatkan support system dari orang tua karena penerapan pola pengasuhan yang kurang tepat. Padahal, pemuda sangat membutuhkan support system dari orang tuanya dalam menghadapi tantangan-tantangan sulit dalam proses transisi. Pola pengasuhan berimplikasi terhadap kematangan pemuda dalam merespons risiko transisi sehingga diperlukan pola asuh yang tepat guna mendukung keberhasilan transisi pemuda menuju dunia kerja. Di sisi yang lain, pemuda telah memiliki bayangan pola asuh yang dinilai relevan untuk diterapkan di era modernitas lanjut.
In the late modern era, young people are overcome with transitioning to a dangerous and uncertain workplace. This causes anxiety in the youth since they must respond to all situations quickly and strategically. This is where parents come in as a support system, guiding and assisting youth through the transition phase by implementing ideal parenting patterns. This research aimed to seek the role of parents in the transition of youth to the workplace from the perspective of the youth. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. The informants in this research amounted to five young people who were students at several universities in Yogyakarta. The study�s findings demonstrated that not all youth received a support system from their parents due to inappropriate parenting patterns. In fact, young people really need a support system from their parents in facing difficult challenges in the transition process. This condition has implications for youth maturity in responding to transition risks; thus, appropriate parenting patterns are required to support the successful transition of youth to the workplace. On the other hand, young people already have an image of parenting suitable for utilising in the modern era.
Kata Kunci : transisi pemuda, modernitas lanjut, hambatan transisi, strategi, pola asuh, pengetahuan pola asuh