Laporkan Masalah

Tinjauan Terhadap Pemanfaatan Cagar Budaya (Studi Kasus Pemanfaatan Candi Batujaya di Karawang, Jawa Barat)

RAIHAN TSANY M, Dr. Fajar Winarni, S.H., M.Hum.

2022 | Skripsi | S1 HUKUM

Penelitian Hukum ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaturan pemanfaatan Cagar Budaya serta mengetahui dan mengkaji peran serta masyarakat dalam upaya pelestarian Cagar Budaya Percandian Batujaya sesuai dengan amanat Undang-Undang Cagar Budaya. Jenis penelitian dalam penulisan hukum ini merupakan penelitian hukum normatif-empiris. Jenis data yang dipergunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer yang diperoleh melalui observasi serta wawancara dengan responden dan narasumber, serta data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif yang dijabarkan secara deskriptif Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik dua kesimpulan. Pertama, terdapat tiga pemanfaatan yang dilakukan pada Cagar Budaya Percandian Batujaya, yaitu pemanfaatan agama, pemanfaatan pariwisata, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan. Pemanfaatan agama yang dilakukan pada Percandian Batujaya dilakukan oleh umat Buddha dalam merayakan Hari Waisak di Candi Jiwa dan Candi Blandongan. Selain itu dimanfaatkan pula oleh penghayat kepercayaan dalam melakukan ritual di Candi Sumur. Pemanfaatan pariwisata dilakukan dengan masyarakat sekitar berjualan makanan dan mainan di lokasi situs yang dikunjungi wisatawan. Pemanfaatan ilmu pengetahuan dilakukan dengan penelitian, ekskavasi, dan pemugaran yang masih terus dilakukan di Percandian Batujaya. Kedua, peran serta masyarakat dalam pelestarian Cagar Budaya Percandian Batujaya belum optimal. Hal ini dikarenakan peran pemerintah dalam melakukan sosialisasi Cagar Budaya dan aturannya belum dilakukan secara resmi di masyarakat.

This legal research has the aim of knowing and reviewing the regulation of the utilization of the Cultural Conservation as well as knowing and assessing the participation of the community in the effort to preserve the Batujaya Enshrinement Cultural Conservation in accordance with the mandate of the Cultural Conservation Act. This type of research in legal writing is normative-empirical legal research. The type of data used in this study consisted of primary data obtained through observation and interviews with respondents and resource persons, as well as secondary data obtained from library research. The data obtained were then analyzed using qualitative methods described descriptively. Based on the results of research, two conclusions can be drawn. First, there are three uses for the Batujaya Enshrinement Cultural Conservation, namely the use of religion, the use of tourism, and the use of science. The use of religion carried out at the Batujaya Temple was carried out by Buddhists in celebrating Vesak Day at the Jiwa Temple and Blandongan Temple. In addition, it is also used by believers in performing rituals at the Sumur Temple. Utilization of tourism is carried out by the surrounding community selling food and toys at sites visited by tourists. Utilization of science is carried out by research, excavation, and restoration which are still being carried out at the Batujaya Temple. Second, the participation of the community in the preservation of the Batujaya Enshrinement Cultural Conservation has not been optimal. This is because the government's role in socializing Cultural Conservation and its rules has not been carried out officially in the community.

Kata Kunci : Pemanfaatan, Cagar Budaya, Percandian Batujaya

  1. S1-2022-427010-abstract.pdf  
  2. S1-2022-427010-bibliography.pdf  
  3. S1-2022-427010-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2022-427010-title.pdf