BALAI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN OBAT DAN OBAT TRADISIONAL DI KABUPATEN KARANGANYAR PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN PENDEKATAN EKSPANDIBILITAS RUANG
WAHID GALANG D, Prof. Ir. T. Yoyok Wahyu Subroto, M.Eng., Ph.D., IPU.
2021 | Skripsi | S1 ARSITEKTURTanaman obat sudah lama bersinggungan dengan kehidupan umat manusia. Bersama dengan sistem kepercayaan, tanaman obat sempat menjadi metode pengobatan penting pada kurun waktu tertentu. Seiring dengan berjalannya waktu, perubahan pola pikir dan gaya hidup menyebabkan tanaman obat mulai ditinggalkan oleh manusia. kemudian, beberapa tahun belakangan ini, tanaman obat mulai mendapatkan tempatnya kembali dalam hati manusia sejak manusia mulai sadar akan potensi tanaman obat. Dengan besarnya potensi tanaman obat, manusia terdorong untuk terus memanfaatkannya dan terkadang tanpa dilandasi dasar-dasar pengetahuan yang jelas. Pemerintah Indonesia, tidak menutup mata atas besarnya potensi tanaman obat ini. Pemerintah Indonesia mencanangkan program TOGA sebagai upaya pemanfaatan potensi tanaman obat. Hal ini tentu saja harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia mengingat tanah Indonesia yang subur merupakan rumah bagi puluhan ribu spesies tanaman obat. Agar program ini dapat berjalan dengan baik, pemerintah memerlukan dukungan dari berbagai elemen yang ada, termasuk Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional. Sayangnya, berbagai permasalalahan terus terjadi dan menghambat kesuksesan program TOGA. Permasalahan ini muncul lantaran beberapa fungsi yang tidak berjalan dengan baik di dalam balai penelitian. Dengan pendekatan Ekspandibilitas Ruang, penambahan fungsi Kebun Tanaman Obat dapat diselipkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Balai Penelitian. Kehadiran Kebun Tanaman Obat ini, tidak hanya mempermudah fungsi penelitian, namun juga fungsi edukasi yang dibebankan pada Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional. Selain itu, fungsi komersil juga tersedia pada gabungan kedua program tadi agar sedikit banyak mampu menumbuhkan kembali minat masyarakat terhadap penggunaan tanaman obat atau pengolahan mandiri tanaman obat dengan cara menanamnya di halaman rumah masing-masing.
Medicinal plants had been long intersected with human life. Together with the belief system, medicinal plants has been an important method of treatment for a certain period of time. Over time, changes in paradigm and lifestyle led to medicinal plants being abandoned by humans. Then, in recent years, medicinal plants had begun to regain their place in the human heart since humans became aware of the potential of medicinal plants. With the huge potential of medicinal plants, humans are encouraged to continue to use them and sometimes without a definite foundation of knowledge. The Indonesian government, does not turn a blind eye to the great potential of this medicinal plant. The Indonesian government has launched the TOGA program as an effort to utilize the potential of medicinal plants. This of course, must be done by the Indonesian government considering Indonesia's fertile soil is home to tens of thousands of species of medicinal plants. In order for this program to work well, the government needs support from various existing elements, including the Center for Research and Development of Medicinal and Traditional Medicinal Plants (B2P2TOOT). Unfortunately, various problems continue to occur and hinder the success of the TOGA program. These problems arise because of several functions that do not work well in the research center. With the Expandability Space approach, the additional function for the Medicinal Plant Cultivation Garden is inserted as an integral part of the Research Center. The presence of this cultivation park, not only facilitates the research function, but also the educational function assigned to the Research and Development Center for Medicinal and Traditional Medicinal Plants (B2P2TOOT). In addition, commercial functions are also available in the combination of the two programs so that more or less people are able to grow public interest in the use of medicinal plants or independent processing of medicinal plants by planting them in their respective home yards.
Kata Kunci : Tanaman obat, B2P2TOOT, TOGA, Ekspandibilitas Ruang